I Hate Violence

I Hate Violence

  • WpView
    LECTURES 155
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., mai 10, 2018
Seorang anak kecil yang kebahagiaannya terancam karena keluarga. Bahkan hingga ia dewasa,ia tak pernah berpacaran karena trauma dengan masa lalunya. Namun, ia bukan trauma karena pernah disakiti. Melainkan karena ayahnya. Tapi akhirnya ia bisa yakin bahwa akan ada seorang laki-laki yang tidak seperti ayahnya. Dan benar, laki-laki itu ada di depannya. Sayangnya ketika ia mulai yakin, ia kembali trauma karena salah satu temannya. Perlahan, ia melupakan si laki-laki itu. Sahabatnya berusaha menghilangkan traumanya. Tapi ia terlanjur kecewa saat melihat kejadian yang membuatnya takut. Namun saat ia berusaha melupakan si laki-laki itu, si laki-laki itu justru mengungkapkan perasaannya. Terus si gadis itu nerima nggak? Dia masih trauma nggak? Simak aja ;)
Tous Droits Réservés
#351
violence
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Juan [REVISI]
  • About kevin (End)✅
  • HEARTACHE [Completed]
  • DENNIES
  • TOXIC!
  • ZIA AURISTHELA KANENZA
  • Waktu?
  • Sejenak Luka
  • ELGITA: Yang Tak Pernah Terucap (Revisi)
  • LANGIT BIRU

Ini bukan kisah romansa dimana si pangeran sekolah jatuh cinta dengan primadona sekolah, bukan pula kisah si badboy yang jatuh cinta dengan seorang gadis polos, apalagi kisah si tukang bully yang jatuh cinta dengan korbannya. Sekali lagi ku ingatkan, ini bukanlah kisah romansa remaja masa kini. Kisah ini hanyalah perjalanan hidup seorang remaja dalam menjalani hidupnya. Ini kisah seorang remaja yang mencoba bertahan di tengah kerasnya dunia, dimana ketidakadilan benar-benar nyata. Cerita ini penuh dengan diskriminasi terhadap ia yang tidak 'sempurna'. Tentang mereka yang terjebak dalam nerakanya dunia. Tentang segala luka dan tangisan yang teredam. Tentang ketidakadilan yang ia rasa, sebab keadilan hanya milik mereka yang 'berpunya'. Kisahnya tidak berhenti di sana, sebab masih banyak luka yang akan ia rasa. Mereka yang ia harapkan dapat menyembuhkan luka, nyatanya hanyalah pemberi luka paling banyak. Ia hanya berharap hadirnya dapat diberi kasih, tapi bagaimana bisa jika hadirnya saja tak pernah diharapkan. Karena ia adalah hadir yang membawa luka. Jangan pikir bahwa ia tak pernah melawan, karena nyatanya, ia akan selalu melawan meski perlawanannya tak pernah membuahkan hasil. Sebab keadilan bukanlah miliknya. Memangnya apa yang bisa diharapkan di dunia ini? Jika memang masih ingin bertahan, maka jangan terlalu berharap kepada seseorang.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu