what is the father?

what is the father?

  • WpView
    Reads 114
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 28, 2018
Seperti sebuah kemustahilan merasakan kasih sayang seorang ayah. Aku sangat menyukai senja. senja itu indah. Indah sekali sampai tak mau melihatmu pergi. Sayang, waktu untuk melihatmu terlalu singkat. Tenang rasanya jika melihat mu. Menjadikan ku mahluk yang selalu beryukur atas apapun yang tuhan berikan. [ Alur maju mundur ya gengs] Jadi pahami ajaa .... Membaca tulisan ku artinya kalian masuk dalam duniaku, alam ku, kisahku, dan apa yang aku alami, dimana aku tak bisa menyampaikannya didunia nyata. Melalui tulisan, mungkin aku bisa menyampaikan yang tidak bisa ku sampaikan. Tentang bagaimana aku lelah, tentang bagaimana aku bersedih, kecewa, tertawa, berusaha tegar, menyemangati diri, dan perbuatan bodoh dengan membohongi diri sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • Menulis untuk Diri Sendiri
  • My New Family
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • AKSARA LARA(END)
  • ECCEDENTESIAST (COMPLETED)
  • THE UNYIELDING  [END]
  • Di Balik Nama Zella

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines