The Intelligence

The Intelligence

  • WpView
    Reads 701
  • WpVote
    Votes 134
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2019
Book #1 From Intelligence Series Dunia yang ditinggali Fionn Ardith, kini telah hancur lebur akibat perang yang dilakukan oleh para ilmuwan sains. Mereka saling memperebutkan 3 pecahan yang dibuat oleh ilmuwan paling cerdas di dunia ini, bahkan lebih cerdas dari Albert Einstein. Dikatakan ke 3 pecahan itu akan membawa kita ke Menara Kecerdasan(The Tower of Intelligence). Dimana kau akan mendapatkan semua pengetahuan untuk menguasai dunia. serta Fionn Ardith akan meraih tangan kalian menuju kecerdasan para ilmuwan yang menakjubkan sekaligus membawa kehancuran. (Aku menyuguhkan karya ini untuk mereka yang cerdas juga untuk mereka yang merasa bodoh serta kalian yang pernah belajar Sains terutama Fisika, Kimia dan Biologi) Please don't copy my story and My Idea be creative!
All Rights Reserved
#23
fisika
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • Time Loop
  • Cahaya [COMPLETED]
  • RADEV [COMPLETED✔️]
  • MINDSHIFT [TAMAT]
  • The Excretory: When Science Meets Fiction
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Revolusi sains di dunia sihir
  • Sintesis Cinta

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.

More details
WpActionLinkContent Guidelines