Ao no Sakura

Ao no Sakura

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 21, 2018
sebenernya cerita ini udah pernah rkka buat tapi cerita ini cuma percobaan bagi rkka dulu tapi ada beberapa temen rkka minta untuk di buatkan lagi jadi kepada para pembaca yang sudah pernah membaca saya minta maaf dan bagi yang belum silahkan membaca. sinar matahari mulai meredum cahayanya yang berwarna oranye mulai memenuhi kota. seperti biasa aku pulang melewati jalan-jalan yang cukup sepi terlihat teman-teman sekolah membuat group dan menghindariku, tak apa asal kan headset di leherku ini slalu ada aku tak merasa kesepian. terlihat pemuda sedang memanggil-manggil nama yang kukenal "Hazuki!!! ," teriaknya sambil melambaikan tangan. aku hanya memalingkan wajah ku dan dengan segerelah kulahkan kaki ku lagi dan tiba- tiba pria itu melompat dari apartemennya yang sangat mewah dengan hanya menggunakan boxer biru kotak- kotak memperlihatkan otot perutnya yang sixpack. dan dengan tepatnya ia mendarat dihadapanku dan langsung memelukku sontak semua orang di jalan itu melihat kearahku dan ada juga yang berteriak histeris melihat ketampanan pemuda itu mata emerald bening dangan rambut hitam wajah imut dan bibir yang berwarna cherry itu sekarang tersenyum lebar memelukku "oh tuhan jadikan ini sebuah mimpi bukan kenyataaaaaaaannnn!!!!!!!!!!!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maginot Line (Complete)
  • Jangan Pergi, Ayi
  • Jatuh Diakhir [HIATUS]
  • Someday For You (Oh Couple_Sehun_Hayoung)
  • Love Story
  • My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi]
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Tuyul Jatuh Cinta
  • ONE HAND || TAEHYUNG BTS & SUJEONG LOVELYZ (TAEJEONG)

"Aku pernah begitu mencintai seseorang," ucapnya lagi dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. Aku merasakan tangannya menggenggam tanganku semakin erat. Seperti tidak memberi celah untukku sedikit pun untuk melepaskannya. "Aku bahkan tidak yakin apakah dia bisa mencintaiku sebesar aku mencintainya..." - Kepalaku mengulang lagi kenangan suatu malam di musim gugur beberapa tahun yang lalu. Saat aku menangis karena putus cinta, ternyata seseorang di sudut yang lain, tengah memberikan hatinya yang begitu tulus untukku. Jauh lebih indah daripada yang pernah aku harapkan. "Jangan menangis," ucapnya. - Disclaimer: Cerita ini hanya fanfiction belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh maka itu dibuat semata-mata untuk melancarkan daya khayal penulis saja. Jadi, baca dan nikmatilah jika Anda suka. Jangan lupa vote dan komentarnya juga. Terimakasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines