Manuskrip Hujan

Manuskrip Hujan

  • WpView
    Reads 13,654
  • WpVote
    Votes 1,773
  • WpPart
    Parts 46
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 26, 2025
Melupakan tak mengubah masa lalu. Rengganis Lusiana menulis Kelompok Penunggang Kuda untuk mengenang teman masa kecilnya yang hilang dalam peristiwa kebakaran. Manuskrip tersebut jatuh ke tangan orang yang ia cari, tapi sebuah kebohongan membuat pertemuan mereka tertunda selama delapan tahun. Ketika bertemu lagi, lelaki itu justru menganggap Ilana telah mencuri manuskrip milik kekasihnya yang telah meninggal. Di antara lembar-lembar novel, dengung radio yang samar, dan cetakan foto lawas, kisah ini menunjukkan bagaimana menghadapi rasa bersalah dan kehilangan bisa mengajarmu tentang cinta sejati. Copyright © 2021 Nindya Chitra.
All Rights Reserved
#442
ptsd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Reminiscent (COMPLETE)
  • Fragmen
  • setangkai mawar di musim dingin
  • We Know the Ending (Completed)
  • Di Balik Layar [Completed]
  • DUA GARIS

Langit yang Tak Pernah Pulang Ketika langit bukan lagi tempat bernaung, tapi tempat berpulang. Angkasa Rayendra Mahatma tidak tumbuh dalam pelukan keluarga Cemara. Di usianya yang kedelapan, ia menyaksikan rumah tangga orang tuanya runtuh. Ibunya menjadi satu-satunya alasan ia bertahan, hingga takdir kembali merenggut-di usia dua puluh, ia kehilangan satu-satunya tempat pulang. Sejak saat itu, ia berjalan sendiri. Dengan luka yang membatu, dengan hati yang tak lagi percaya. Sosok yang dingin, cuek, dan tertutup. Tapi di balik semua itu, Angkasa menyimpan ketulusan yang jarang ditemui. Ia masih suka menolong diam-diam, memotret langit senja, dan menuliskan isi kepalanya dalam baris-baris rahasia yang tak pernah dipublikasikan. Ia tak percaya cinta lagi. Bukan karena tak ingin, tapi karena pernah dikhianati oleh yang paling ia percaya. Hingga suatu hari, sebuah DM sederhana dari seorang followers di Instagram-nya menjadi awal dari sesuatu yang tidak ia sangka. Seorang perempuan bernama Alya Nismara Pradipta-dengan tanya yang polos, dan perhatian yang pelan-pelan menyusup ke dalam retakan hatinya. Mampukah Angkasa belajar percaya kembali? Atau benarkah... langit memang tak pernah benar-benar pulang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines