Rena Alarice

Rena Alarice

  • WpView
    Reads 123
  • WpVote
    Votes 62
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 24, 2019
Tuhan mungkin mengambil mereka tapi Tuhan memberikanmu itu anugrah kedua dalam hidupku Rena alarice harus bisa mengambil apa yang menjadi miliknya namun godaan terus mengikutinya belum lagi masa lalunya yang terlalu kelam ia hanya berharap setiap hari Dewi Fortuna berpihak kepadanya setidaknya ia berharap Dewi Fortuna tidak meninggalkannya seperti yang lainnya Permisiii author mau buka lapak tinggalkan jejak guize!! With love, Riverie07
All Rights Reserved
#52
alan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPIPHANY
  • si bocil kesayangan
  • Figuran Bebas
  • Be a Good Mother (TAMAT)
  • Angel tak bersayap
  • CHAIRA
  • sang pemilik hati
  • the princess : broken story of the Castle (hiatus)
  • I'M Azenia
  • Who Am I
EPIPHANY

Rania berada di ambang kebingungan. Antara memilih Elang atau 'dia' yang sebelumnya pernah ada di hatinya. Hubungan yang awalnya berjalan baik-baik saja, perlahan retak di saat Rania mencoba untuk pergi tanpa melukai. Namun, Rania melupakan satu hal yang pernah Elang katakan. Perihal laki-laki cuek itu yang tak suka dibohongi, dikhianati, dan dipermainkan hatinya. Bahkan dia juga melupakan beberapa hal penting lainnya. Perihal bahwa dirinya adalah salah satu kesukaan Elang akhir-akhir ini. Di titik ini, Rania mencoba untuk menyatukan dua hal tersebut sekaligus. Bisakah dirinya pergi tanpa melukai? Atau bahkan Elang sendiri yang akan mundur setelah mengetahui siapa laki-laki yang sempat singgah di hati gadis manis yang disukainya? * * * "Maaf, Elang. Di sini aku mau kamu paham bahwa yang selalu ada, tak menjamin akan menjadi peran utama. Karena bagiku, kamu hanyalah peran pengganti yang kebetulan bersedia untuk menyembuhkan luka yang pernah diciptakan olehnya." Benarkah hubungan keduanya kandas sampai di sini? * * * Salam sayang, Nur Azizah

More details
WpActionLinkContent Guidelines