AERILYN

AERILYN

  • WpView
    Reads 463
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 3, 2014
"ARIL !" bentak pria bertubuh gemuk yang berada beberapa langkah dibelakangnya. Kelopak matanya melebar penuh amarah melihat salah satu pegawainya hanya berdiri dibalik dinding. Sementara gadis dengan rambut terurai sebatas punggung itu semakin erat mencengkeram ujung kemeja putihnya. Bola mata indahnya mengintip dari balik dinding dengan wajah cemas. Bukan kehidupan seperti ini yang diharapkannya. "ARIL." Pria bertubuh gemuk itu sudah kehilangan kesabarannya. Tangan besarnya meraih pergelangan tangan gadis bertubuh langsing itu lalu menariknya keluar. "Kau bekerja disini untuk melunasi hutang ayahmu," ancam pria itu lagi. Jari telunjuknya mengarah tepat didepan hidung Aril. "Saya paham," bisiknya pelan lalu berjalan menyusuri lantai club malam yang penuh sesak dengan pengunjung. Bulu matanya yang lentik mengibas penuh pesona. Lampu disko yang berpendar dengan aneka macam warna membuat pandangan mata Aril berkunang-kunang. Setiap langkah yang diambilnya membuat beberapa pria menatapnya dengan tatapan memuja. Perlahan kelima jari tangan Aerilyn meraba kemeja bagian atasnya. Dengan gerakan sensual, ujung jarinya melepas dua kancing teratas kemejanya. Menampilkan sedikit lekuk tubuhnya. Kehidupan malam seperti ini mungkin menjadi jalan hidup Aerilyn. Satu-satunya jalan yang bisa membantu ayahnya untuk melunasi hutang kepada pemilik club malam. Dan juga, hanya pekerjaan didunia malam ini yang bisa Aerilyn lakukan untuk mengais lembaran uang. Semua ini Aerilyn lakukan hanya untuk Danish. **** Life like butterfly. You can't chase me. Or you can let me come to you...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Benci Menjadi Cinta
  • That's My Girl
  • Marga Alvarezka
  • Aksara Lingga
  • Love Mistake
  • Ciuman Curian dari CEO!
  • Adrian & Ayla
  • Debt of Desire (END)
  • ADRIEL

Kaede mengepalkan jari - jari tangannya yang berada tepat disebelah tubuhnya. Ia menggeram kesal, ia sudah tidak bisa menahannya kali ini. Segera saja ia membalikkan badannya untuk dapat berbicara secara face to face dengan laki - laki menyebalkan yang berdiri tepat di belakangnya. " Maksud dari tatapan kebencian yang anda lemparkan kepada saya dari kemarin - kemarin itu apa ya? Emang saya punya salah apa sama anda? " Tanya Kaede geram " Apa salahnya? Saya kan cuman ingin melihat dengan benar sudah berapa banyak lelaki yang kamu goda termasuk teman saya kemarin. " Jawab Xander santai " Excuse me?!! " Kaede mulai marah " Kenapa? Kamu mau saya godain juga? Aduh maaf ya, saya cuman tertarik untuk menggoda manusia, bukan makhluk iblis kaya kamu! " Ucap Kaede kesal, Xander yang mendengar bahwa ia di hina dengan sebutan iblis pun makin terbawa kesal. " Bastard! " Kaede masih sempat menginjak kaki Xander yang berbalut sepatu mahal tersebut sebelum ia keluar dari lift. ----- Berawal dari pertemuan yang tidak menyenangkan membuat mereka saling tidak menyukai satu sama lain. Tapi apa jadinya ketika dunia mengingankan mereka untuk bersama ? Tetapi sering kali orang yang datang dalam kehidupan kita tidak berarti bahwa ia akan bersama dengan kita selamanya. Karena terkadang mereka hanya datang untuk mengajarkan kita sesuatu. Apa yang akan terjadi selanjutnya diantara Xander dan Kaede ? " Two Souls Don't Find Each Other By Simple Accident " - Hate Is Such A Strong Word " Dua jiwa tidak saling bertemu secara kebetulan " - Hate Is Such A Strong Word ------- Nice for you to read my story. I'm Papermatcha and the pleasure is all mine.

More details
WpActionLinkContent Guidelines