PINTU DI RAFFLESIA

PINTU DI RAFFLESIA

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 8, 2019
Saat aku berjalan dari dapur ke halaman belakang yg langsung bertemu dengan hutan. Sambil berjalan jalan dgn santai, dengan memainkan hp sambil ngecek pesan WA dari cecilia. (sobat) Aku merasa ada tarikkan yg cukup kuat dari arah semak semak,sambil melangkakan kaki dengan ragu ragu aku berjalan kearah semak semang itu. "kok aneh ya,..." Sambil berhenti sesaat karena ragu "oke aku bisa" sambil berjalan kembali ke arah semak semak. sesampai di depan semak semak aku berhenti. "kok aneh? gak terrasa lagi tarikkanya. " Aku dengan penuh keberanian yg muncul tiba tiba (entah dari mana) meyibak semak semak langsung dikagetkan dengan keberadaan bunga Rafflesia yg cukup besar dibalik semak semang itu. "besar sekali bunga Rafflesianya,harus di abadikan ni." Entah kenapa aku langsung senang melihat bunga Rafflesia itu. Tampah komando aku langsung keluarkan hp tersayang untuk mengabadikan momen. "huuu... kalau aku posting pasti gak banyak yg percaya lebih baik aku selfi aja,biar banyak yg percaya. biar foto ini firal heheh. " saat aku mulai berselfi sambil membelakanggi bunga Rafflesia itu. Tiba tiba aku merasa tarikkan yang begitu kuat dari belakang kejadian tersebut begitu cepat. "AAAAAAAA..... TOLONG.... AKU.... MAM.. " ########### "AAAAAA.... Mama..." "Aduh.. " "ini dimana.Hutan apa ini?" ..... ###########
All Rights Reserved
#726
hilang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Terjebak Di Novel Psycopath
  • KENRA; Antagonis Pengganti
  • Perfect Antagonist (end)
  • Transmigrated as the Villainous Omega Prince [ END ]
  • The Grand Duke Obsession (END)
  • MORGAN
  • Perfect Mom, Perfect Wife ♧END♧
  • When The Villain Looks at Me [END]
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Binar Rembulan~Transmigrasi

Lunaria dalam bahasa bunga memiliki arti kejujuran, ketulusan, dan juga kemakmuran. Seperti arti namanya, ia menjalani hidupnya penuh ketulusan hingga akhirnya bisa hidup dalam keadaan damai dan tenang. Meski orang-orang yang melihatnya mungkin menganggap kehidupan Luna membosankan dengan aktivitas berulang, tapi Luna menganggapnya sebaliknya. Saking damainya hidupnya sekarang, Luna tak berniat untuk menikah atau memiliki keturunan. Ia ingin hidup sendirian dalam waktu yang lama. Kesendirian adalah temannya. Setiap pulang bekerja ia akan bersenang-senang dengan teman-temannya atau langsung istirahat dan di hari minggu ia akan quality time dengan dirinya sendiri sembari membaca Novel atau menonton film. Yah, hidup Luna sangat damai hingga suatu malam dengan sekejap hidupnya berubah 180 derajat. Ia tiba-tiba memiliki suami dan seorang putra berusia sembilan tahun. Luna berusaha mencerna semuanya hingga ia sadar, ia terjebak didalam sebuah novel yang pernah ia baca beberapa minggu yang lalu. Ia terjebak menjadi salah satu tokoh yang memiliki nama yang sama dengannya, Lunaria. Salah satu tokoh sampingan antagonis yang mati di cerita karena dibunuh anak kandungnya sendiri. Luna berusaha untuk mencegah kematiannya dengan merubah alur Novel. Namun karena hubungan keluarga tokoh Novel yang amat sangat buruk dan tak sesuai idealisnya, ia akhirnya memilih cara lain, jika ia tidak bisa kembali ke kehidupannya yang semula ia akan kabur dari kediaman ini. Tapi semuanya sia-sia dan tidak sesuai rencana. "Jangan buat masalah lagi atau aku benar-benar akan memotong tendon kakimu kali ini." ancam suaminya dingin. Luna takut. Apa psikopat gila itu akan benar-benar membuatnya lumpuh? "Apa kamu meracuni makanan ini?" tanya anak laki-laki itu dengan tatapan penuh kecurigaan. "Aku tidak butuh!" ucapnya yang kemudian membanting piring didepannya kasar. Sudah cukup. Ia tidak bisa bertahan lagi menghadapi kegilaan pasangan ayah dan anak itu! S: 19-12-2023 P: 27/01/24

More details
WpActionLinkContent Guidelines