Indigo dan Lorong Rahasia

Indigo dan Lorong Rahasia

  • WpView
    Membaca 15
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Apr 5, 2018
Namanya Alin, gadis dengan rambut sebahu dan poni panjang yang menutupi sebagian wajahnya. Dia dingin, tidak suka berinteraksi, ditambah wajah datarnya membuat semua orang berpikir dia itu robot, atau bahkan alien. Alin terlalu fenomenal dikalangan remaja didaerahnya membuat Albi, si peramal cinta penasaran. Kata orang, Alin bisa meramal, dia juga bisa membaca pikiran. Meskipun dingin, dia itu juara umum, menguasai banyak bahasa asing, dan_ cantik. Belum ada yang bisa menatap matanya, mata yang selalu ia tutupi menggunakan poni dan kacamata, bahkan gadis itu menutupi dirinya dengan jaket yang memiliki penutup kepala, seperti jubah. "Aku siapa?" pertanyaan yang selalu ia lontarkan ketika berhadapan dengan cermin besar sambil memperhatikan matanya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#477
panjang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Silent Scars | Orine
  • ALYA DIANTARA DUA BAYANGAN
  • ALZEAR (ON GOING)
  • STAR ALIGN
  • "Polaris & Umbra: Cahaya yang hilang"
  • AILIN
  • TRAP!
  • Cold and Careless [END]
  • Fiction
  • My Cold Boyfriend

seorang gadis yang selalu menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman manisnya. gadis yang tak pernah terpikirkan cara untuk membenci, tak peduli berapa kali dirinya di hina, senyuman nya tak akan pernah luntur dari parasnya yang indah. mungkin hanya ada kesedihan di dalam dirinya, dan tak lupa keikhlasan dirinya menghadapi itu semua dengan senyuman. "jangan pernah berani buat sentuh gue" "dasar ga guna" "lu ga akan pernah pantas jadi teman gue" -Oline entah siapa yang ada di pihak nya, entah siapa yang melindungi nya, dan entah siapa yang menemaninya. yang pasti mereka semua hanya diam saat dirinya di tindas, mereka semua bahkan ikut mengolok-olok dirinya. "aku hanya ingin membantu" "maaf sudah membebani" "aku akan memantaskan diri" -Erine

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan