Darkness

Darkness

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 20, 2019
"Tolong..!!! bebaskan aku dari penderitaan ini, Tuhan tolong aku. Aku tak kuasa menahan penderitaan ini" Untuk kesekian kalinya ia meratapi nasib yang menimpanya. Harus berapa lama lagi ia bertahan, berbagai cara ia lakukan. Dari aksi bunuh diri tapi dan sebagainya, tapi apa daya Tuhan masih mengininkannya hidup dan menderita setiap harinya. "Aku tak sanggup, tolong aku.." Menangis tanpa henti setiap hari. Penderitaan yang tanpa henti selalu menghampiri hampir membuatnya gila. Angin berhembus dengan sangat kencang, membuat gorden jendela berterbangan. Sang gadis yang sedang terduduk di lantai sambil memeluk lututnya merasa tertarik untuk melihat keluar jendela apa akan turun hujan. "Bahkan kau menangis untukku" Ucapnya lirih, ia berdiri menghampiri arah jendela kamarnya. Dekat, dan semakin dekat hembusan angin semakin kencang menerpa wajahnya Dilihatnya di balik jendela, angin begitu kencang suara gemuruh petir yang mengglegar tapi tak turun hujan. Dan seketika ia melihat ada hal yang aneh di balkon kamarnya, duduk bersender di kursi dan menyilangkan tangan. "Siapa dia" Pikirnya karna penasaran ia mulai mendekati pintu kaca yang mengarahkan ke arah luar balkonnya, perlahan ia membukanya. Dan terlihat dengan sangat jelas. "Siapa kau.?" Merasa pertanyaan itu untuknya, ia berbalik dan menatap mata sang gadis. Dan senyuman yang tak luput ia lupakan dengan sangat manis. "Aku..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines