Frenemy

Frenemy

  • WpView
    Reads 98
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 25, 2018
Perempuan itu sedang membayangkan wajah seorang laki-laki manis yang beberapa tahun terakhir ini telah mewarnai (lebih tepatnya vandalisme) hidupnya. Keningnya mengkerut dan bibirnya sedikit maju tanda ia sedang dalam konsentrasi penuh. Ia menghela nafas dan segera melanjutkan tugasnya. "Auro adalah murid nakal, bandel, dan tukang buat onar di sekolah. Merupakan ujung tombak dari geng kelasnya yang tidak bermutu sama sekali. Mempunyai hobi anti-mainstream yaitu mencari-cari masalah. Saya turut prihatin kepada para guru sekalian." Tulis Keira pada kertas buram berlogo sebuah SMA Negeri di salah satu kota besar di Jawa Tengah. Evaluasi sikap teman, judulnya. Tapi perempuan itu tak habis pikir, kenapa dia yang harus menilai sikap makhluk jelmaan setan yang terkutuk namun kasat mata itu? Tentu, ia akan senang hati untuk menulis 'SETAN' pada kertas itu, namun bukankah itu tidak sopan, mengingat kertas itu akan diberikan kepada guru? Keira mengenyahkan rencana menggiurkannya tersebut, karena ia lebih sayang pada reputasinya terhadap para guru. Namun sedikit yang Keira ketahui bahwa pada setiap goresan pena bermerk Faster tersebut, akan membuat masa SMA Keira menjadi lebih berkesan. Masalahnya, kesan baik atau kesan buruk? Ia hanya berharap bukan keduanya. ⭐ To all of my elv'17 friends. ♥
All Rights Reserved
#4
frenemy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HTS (Hubungan Tentang Status)
  • Find A Way to My Heart (SUDAH TERBIT)
  • Sweet Combat
  • BK VS BAD GIRL {END} ✓
  • PUSPAJALA (Hiatus)
  • Kutukan Tumbal
  • Beautiful Rocker
  • RIVERSIDE (END-REVISI)
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]

"Lo percaya hubungan tanpa status nggak?" Ara menatap Ale dengan heran, "Kenapa tiba-tiba lo nanya begitu?" "Gue pengen tau aja pendapat lo." "Kalau gue rasa sih nggak bakal ada manusia yang mau menjalani hubungan tanpa status. Kalaupun awalnya dia nerima, pasti lama kelamaan dia bakal nuntut sebuah kata yang disebut 'status' itu sendiri." Ale hanya mangut-mangut mendengar jawaban Ara. Lalu, sebuah ide muncul dikepalanya. "Kita coba yuk?" "Coba apaan?" Tanya Ara heran. "Coba HTS-an." "Nope, lo gila ya?" "Lo takut ya Ra?" Tantang Ale. "Siapa bilang gue takut? Gue cuma males ngikutin permainan gila lo itu." "Ayolah Ra. Lagian ini efektif." "Efektif apaan?" "Efektif menjauhkan makhluk-makhluk yang bernama cewek dari pandangan gue." "Lah gue kan cewek?" "Kecuali lo, Kiara Nabila." Ujar Ale. "Lagian ada keuntungannya buat lo." "Apa keuntungannya?" "Lo nggak perlu ngelabrak lagi cewek-cewek yang ada hati sama gue." "Deal." Ucap Ara tanpa pikir panjang. Begitulah 'permainan' itu dimulai. Tetapi mereka lupa, siapa yang bermain api maka harus siap juga untuk terbakar. Yeaaaaay.. Cerita kedua dimulaaaaiiiiiii.. Kali ini ada Ara dan Ale, si duo bersahabat yang bertolak belakang sedang memulai cerita mereka. Mari dibaca, comment, dan vote yaaa.. Salam Sayang, Dilandita Note: Jangan menambah dosa dengan mengcopy paste dan meremake hasil karya penulis. Cover diambil dari Pinterest, jadi jika ada kesamaan dalam cover mohon dimaafkan, namanya juga dunia maya. Terima kasih.

More details
WpActionLinkContent Guidelines