Good Bye Kinara (END)

Good Bye Kinara (END)

  • WpView
    Reads 13,096
  • WpVote
    Votes 686
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 16, 2018
(Update setiap Rabu dan Sabtu) END "Semenjak kamu masuk di kehidupan saya, hidup saya semakin hancur. Seharusnya kamu tidak berada di sini, karena kita ibarat magnet yang memiliki kutub yang sama, sehingga tolak menolak." Kalimat itu yang akhirnya membuat pertahanan Nara hancur. Kenny adalah manusia yang memiliki sikap dingin dan keras kepala, sehingga mudah tersulut emosi. Sehingga membuat pria itu tidak pernah mengenal senyum, tertawa bahkan untuk bahagia. Namun hari itu gadis yang selalu menempel dengannya seperti perangko memilih menghilang dari kehidupannya, setelah Kenny memintanya untuk lenyap. Kehidupan Nara berubah total, gadis yang dulu culun bermetamorfosis menjadi gadis jelita. Ia tak lagi berkaca mata, tidak lagi bertingkah seperti anak-anak, tidak lagi dikuncir dua, bahkan tidak lagi memakai kaos kaki sampai ke paha. Ia menjadi gadis remaja yang luar biasa, gadis yang dianggap remeh dan bodoh itu menjadi gadis berprestasi. Hingga akhirnya kehidupan Nara tidak lagi menyenangkan saat tragedi satu tahun lalu mempengaruhi otaknya, keterpurukan, air mata, perpisahan menghantarkan pada gerbang kehancuran. Namun seseorang datang bernama Awan memberikan dunianya untuk Nara, dengan segala bentuk kekonyolannya membuat hari-hari gadis itu lebih berwarna. Apa yang terjadi dengan Kenny sepeninggalan Nara? Apakah Kenny dan Nara bisa berdamai dengan masa lalu yang menyakitkan itu? Lalu bagaimana gadis itu menghadapi hari-harinya ketika ia divonis hematoma? Apakah Nara akan menunggu Kenny yang tidak pernah mencintainya atau justru menerima uluran tangan Awan yang tulus untuknya? "Cinta itu tidak memberikan alasan apapun, kalau loe bisa menjabarkan alasan kenapa loe bisa mencintai gue. Maka itu bukan cinta namanya, tapi hanya rasa kagum sementara, yang pada akhirnya akan menghilang bersama dengan waktu."
All Rights Reserved
#200
wattyawards
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Preman Sekolah Jatuh Cinta (PINDAH KE DREAME)
  • Dia Kembali (GreShan)
  • I will meet you
  • Leona[Hiatus]
  • ALISYA &Alvaro
  • Why Did You Choose It?
  • Cinta Di Ujung Pelangi
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • Jodoh Yang Tidak Aku Duga
  • Benang Senja
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • Amor Almira
  • A GA TA || Lee Jeno [COMPLETED]
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • The Secret of Us (GxG)
  • 𝓙𝓮𝓳𝓪𝓴 𝓚𝓮𝓷𝓪𝓷𝓰𝓪𝓷 𝓭𝓲 𝓤𝓳𝓾𝓷𝓰 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪
  • LUKA & CINTA
  • Saat Cinta Tak Terucap

Tepat di depan mata. Raiya seakan membeku disana, matanya nggak terlepas dari mobil yang baru saja terlempar tepat di depannya. Entah kenapa keadaan seolah semakin mendramatisir, hujan turun dengan derasnya sore itu, memadamkan api yang berasal dari ledakan mobil di depannya. Suara sirine ambulans saling bersautan dengan suara sirine mobil polisi, keadaan semakin kacau. Beruntung, yah Raiya bersyukur seseorang yang berada di dalam mobil itu sudah diselamatkan sebelum mobil meledak. Dan seketika itu pula, tubuh Raiya langsung limbung terjatuh begitu saja, isakan tangisnya semakin jelas terdengar meski di bawah guyuran hujan. Satu patah kata pun nggak bisa terucap, ingin sekali dia menghampirinya yang sudah berada di mobil ambulans, tapi kakinya masih saja membeku di tempat. Hanya sesak yang terasa. "Kak Chi-ko ...." "Dia nggak akan kenapa-kenapa! Ayo Ray, gue anter pulang sekarang!" ajak paksa seseorang yang sudah berdiri sejak tadi di belakang Raiya, tapi Raiya hanya bergeming. Seseorang itu samasekali nggak menduga kalau hal semacam ini akan terjadi. Liontin yang ada di genggamannya seketika terlepas begitu melihat mobil lamborgini hitam yang sangat dia kenal terlempar begitu saja di depan Raiya. Dia dekap Raiya ke pelukannya, menatap nanar ke mobil yang sudah nggak berwujud itu. Hanya satu yang ada di pikirannya saat itu, penyesalan. "Kak Chiko, itu Kak Chiko, nggak, nggak, itu bukan Kak Chiko, pasti itu bukan Kak Chiko, dia bukan Kak Chiko!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines