Dandelion

Dandelion

  • WpView
    Reads 742
  • WpVote
    Votes 125
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 4, 2018
Cover by Khia_fa Hidup itu seperti bunga dandelion. Kita tidak tahu kapan kita akan lepas dari zona nyaman dan terbang mengarungi langit. Kita juga tidak tahu dimana kita akan berlabuh saat waktunya telah tiba untuk berhenti. Tapi aku percaya, jika kita menerbangkan dandelion kita dalam satu ikatan yang sama. Suatu saat nanti, dandelion yang kita terbangkan pasti akan kembali berlabuh di tempat yang telah ditentukan. Dengan ini, kita terbangkan dandelion kita dalam satu ikatan yang sama. Ikatan kepercayaan dan rasa yang abadi. Hingga tiba waktunya akan berlabuh, dandelionku dan dandelionmu di tempat yang sama. Hai, Reza. Terimakasih karena kau telah mau menerbangkan dandelionmu bersamaku
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Have a Nice Dream [Completed]
  • Menyimpan Rasa
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • Abu-abu [TAHAP REVISI]
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • DENTING  [Revisi]
  • Husband In Second Life �✓
  • Ketika Senja Menangis
  • Aurel's Life Transmigration ( END )
  • ADEUS

#2 in Teenfiction [29/12/2020] "Lo tau nggak gimana rasanya ditinggal waktu lagi sayang-sayangnya?" "Rasanya berjuang tapi malah disia-siain?" Apakah kau pernah merasakan itu? Setelah berlelah-lelah berjuang, ujung-ujungnya kau malah disia-siakan. Ingin bertahan namun sudah tak diinginkan. Ingin melepaskan tetapi tak sanggup untuk melupakan. Jika seperti itu, kau akan memilih bertahan atau pergi meninggalkan? #1 in Teenlit [20/12/2019] #1 in Semesta [07/01/2020]

More details
WpActionLinkContent Guidelines