Story cover for Kelabu by RyanRamdani864
Kelabu
  • WpView
    Reads 2,505
  • WpVote
    Votes 340
  • WpPart
    Parts 64
  • WpView
    Reads 2,505
  • WpVote
    Votes 340
  • WpPart
    Parts 64
Ongoing, First published Mar 31, 2018
Bagaimana jika semua keindahan di langit itu kini tertutup dengan awan yang kelabu?
Tak bisa kau rasakan lagi hangatnya mentari pagi menembus langit yang biru,tak dapat kau lihat lagi indahnya lembayung jingga di kala senja.
Cerahnya surya telah tiada,
Indahnya rembulan telah sirna.
Matamu suci,Ia bisa melihat semuanya.
Namun hanya ada kelabu di sana.
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Kelabu to your library and receive updates
or
#3pertemanan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
FREEDOM | KEBEBASAN [✓] cover
Kerana Cinta cover
I LOVE YOU ADAM'S DADDY✔ cover
ARMANI FAIRY cover
[OG]  Alaskandila cover
HUZN cover
Hold On✔️ cover
Sara Isabella cover

FREEDOM | KEBEBASAN [✓]

25 parts Complete

Seringkali atma berbisik sendiri, bertanyakan bila kesudahannya. Lelah? Memang. Penat? Itu pasti. Sesak? Selalu terjadi. Sehinggakan dia tertanya, mengapa Tuhan tidak bersikap adil kepada dirinya? Mengapa dunia ini terlampau kejam buat dia? Air mata, menjadi peneman setia. Seakan menyalurkan kekuatan dalam menahan walang hati yang menikam tanpa belas kasih. "Semua yang berlaku ada hikmahnya, Mina. Baik kau nampak ataupun tidak, satu hari nanti kau akan faham kenapa Tuhan uji kau sampai macamni sekali." - LAURIS INI bukanlah kisah percintaan yang tinggi nilai cintanya, mahupun kisah fantasi yang penuh dengan magis dan ilusi. Tetapi ini hanyalah sebuah rentetan hidup seorang Larmina. Nasibnya sangat malang. Jiwanya pula meronta menginginkan kebebasan, disebabkan liku-liku hidup yang penuh ranjau dan duri dalam pahit maung kehidupannya. Begitu juga dengan janji, untuk dia kecapi bagi melunaskan sebuah permintaan yang dihajati. 'Aku pasti akan tunaikan suatu harapan, suatu permintaan dan suatu keinginan yang menatang keharuan, suatu janji pada diri sendiri yang bertolak dari titik-titik derita.' "Pasti!" Berlalunya masa, dari hari ke hari... Mampukah Larmina untuk terus tabah dalam mengatasi apa jua rintangan yang menghalang kemaraannya?