We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
MAWAR
  • WpView
    Reads 57,054
  • WpVote
    Votes 1,964
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 8, 2020
WpInfo
Fiction
Horror
Aku melihat mereka. Aku mendengar suara-suara itu. Aku mendengar alunan dari piano ditengah malam. Aku bisa melihat dari balik tembok. Aku tau dan hanya aku yang tau. Bau amis serta busuk terus saja mengusik hidungku, bau itu selau hadir di setiap malam ku. Mengganggu ku dalam kesunyian malam. Di kesendirian ini,ingin ku tuliskan secarik cerita ku bersama dia. Cerita tentang dia,wanita berbaju putih panjang ke kuning-kuningan seperti baju yang kotor dan lama tak di cuci. Aku tak tahu siapa dia. Dia yang selalu hadir di malam ku. Siapakah dia? Dari manakah dia? Mengapa dia hadir dihidupku? Lalu,apa yang dia cari disini? Entahlah... dia selalu saja hadir dengan bau amis nya. Tapi, aku akan coba untuk berkomunikasi dengan dia. Si wanita berwajah pucat.
All Rights Reserved
#17
pocong
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • KUTUKAN KEDOK PANJI [Complete]
  • RATS!!!
  • Aleysia Heaven [Complete]
  • Cerita anak Indigo
  • Teror Leak (Selesai✔)
  • SEMALAM DI LAWANG KRAJAN [complete]
  • [Horror] Diary - TAMAT
  • Mata Batin Adinda [Tamat]
  • MISTIS

"Ada napas yang tertinggal di masa lalu. Larasati hanya perlu mendengarkannya." Larasati selalu merasa asing di dunia yang ia pijak-seperti ia pernah hidup di tempat yang berbeda, pada waktu yang tak bisa dijelaskan. Dalam diamnya, ia menyalakan lilin... dan dari nyala itu, masa lalu mulai berbicara. Suara-suara dari kehidupan sebelumnya datang perlahan: tentang seorang tabib wanita yang merawat bayi dan jiwa manusia, tentang putri seorang Tumenggung yang tak pernah dikenang sejarah, dan tentang lelaki bernama Raka yang jiwanya terasa begitu akrab. Saat ingatan mulai terungkap satu demi satu, Larasati harus memilih: melupakan semuanya... atau mengikuti bisikan yang menuntunnya pulang. Larasati: "Raka, aku merasa ada yang lebih dari sekadar lilin ini. Sepertinya, mereka membawa sesuatu yang lebih dalam... sesuatu dari masa lalu." Raka: "Aku merasakannya juga. Seperti kita pernah terhubung, meski kita tidak tahu bagaimana."

More details
WpActionLinkContent Guidelines