Story cover for MAWAR by Elgeleodegrance
MAWAR
  • WpView
    Membaca 57,032
  • WpVote
    Vote 1,964
  • WpPart
    Bab 14
  • WpView
    Membaca 57,032
  • WpVote
    Vote 1,964
  • WpPart
    Bab 14
Bersambung, Awal publikasi Mar 31, 2018
Aku melihat mereka. Aku mendengar suara-suara itu. Aku mendengar alunan dari piano ditengah malam. Aku bisa melihat dari balik tembok. Aku tau dan hanya aku yang tau. Bau amis serta busuk terus saja mengusik hidungku, bau itu selau hadir di setiap malam ku. Mengganggu ku dalam kesunyian malam. Di kesendirian ini,ingin ku tuliskan secarik cerita ku bersama dia. Cerita tentang dia,wanita berbaju putih panjang ke kuning-kuningan seperti baju yang kotor dan lama tak di cuci. Aku tak tahu siapa dia. Dia yang selalu hadir di malam ku. Siapakah dia? Dari manakah dia? Mengapa dia hadir dihidupku? Lalu,apa yang dia cari disini? Entahlah... dia selalu saja hadir dengan bau amis nya. Tapi, aku akan coba untuk berkomunikasi dengan dia. Si wanita berwajah pucat.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan MAWAR ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#393mistis
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" oleh apriani200
22 bab Bersambung
Namaku Amira, tapi aku lebih suka dipanggil Mira. Aku baru saja menginjakkan kaki sebagai mahasiswa baru di sebuah fakultas yang terkenal-atau lebih tepatnya, ditakuti-karena senioritasnya yang begitu kuat dan tak kenal ampun. Aku pikir setelah melewati masa PKKMB yang melelahkan itu, hidupku akan mulai berjalan normal, seperti yang kudengar dari cerita teman-teman. Tapi aku salah. Sangat salah. Keesokan harinya, saat pelajaran baru saja selesai, kami dipanggil oleh para senior. Pertemuan pertama berlangsung di dekat kolam perpustakaan yang rindang, tempat yang seharusnya menenangkan, tapi malah membuat dada ini berdebar tak karuan. Suasana terasa tenang, tapi mataku menangkap ada sesuatu yang tak biasa-sebuah bayang gelap yang mengintip di balik senyum mereka. Hari-hari berlalu, dan tempat pertemuan kami bergeser ke lorong yang sunyi dan gelap. Lorong itu seperti ruang antara dunia nyata dan mimpi buruk. Bau lembap yang tajam menusuk hidung, nyamuk beterbangan seperti bayangan yang tak pernah lelah mengawasi, dan lampu remang yang membuat setiap bayangan jadi dua kali lebih menyeramkan. Setiap kali kami dikumpulkan di situ, aku merasa seolah-olah ada mata yang mengintai dari kegelapan, membidik dan menilai. Bisikan-bisikan samar para senior, tatapan dingin yang menusuk tulang, membuatku bertanya dalam hati: apakah ini benar-benar untuk melatih mental, atau sesuatu yang jauh lebih gelap? Aku, yang tubuhnya lemah dan sering sakit, merasa terjebak di tengah tekanan yang menyesakkan. Di antara teman-temanku-Ani yang pendiam tapi kuat, Aini yang selalu cemas, Olifia yang berusaha tegar, dan Ratih yang tak pernah berhenti berharap-kami saling menggenggam tangan dan hati, mencoba menguatkan satu sama lain. "Tapi aku tahu, bisakah kami bertahan?" Bisakah kami tetap berdiri tegak saat bayang-bayang senior terus membayangi dan bisikan itu berubah menjadi ancaman? Atau akan kah kisah kami berakhir di lorong sunyi itu, di mana keberanian diuji dan ketakutan menjadi penguasa?
Tanya Hati (Selesai) oleh Flower_flo
22 bab Lengkap
PROLOG Hening. Nyaris tidak terdengar suara apapun. Jalanan yang ku pijaki gelap. Suasana terlihat seperti dalam film-film horror. Aku menempelkan tanganku pada dinding disampingku. Namun, bukannya terasa dingin aku malah merasakan rasa panas yang menjalar seperti aku sedang memegang pemanggangan panas. Mungkin karena aku terlalu merasakan hawa horos saat ini. Aku mengedarkan pandangannku kesegala arah. Berharap menemukan seseorang yang mungkin bisa membantuku. Tidak ada. Tidak ada satu orang pun disini. Seakan-akan di dunia ini hanya ada aku sendirian. Seolah-olah semua orang meninggalkanku di tempat yang sunyi ini. Sunyi, gelap, hampa, dingin, kesepian. Sampai aku mendengar sebuah alunan musik yang entah dari mana asalnya. Sesuatu yang aku tahu adalah sebuah lagu yang memenangkan jiwa. Seperti seseorang yang memainkan itu menuntunku menuju jalan yang benar. Seolah yang memainkannya sedang menenangkanku dari kehampaan ini. seolah dia sedang ingin menarikku dari jurang kesunyian yang aku rasakan saat ini. Memberikanku penerangan yang cukup sehingga aku bisa melanjutkan langkah kakiku dan menegakkan kepalaku. Suara itu, suara yang berasal dari kumpulan nada-nada yang tersusun rapi. Suara yang berasal dari pijatan sang ahli dengan not yang pas. Sebuah harmoni yang seperti sengaja di ciptakan untuk menenangkan hati orang yang mendengarnya. Tapi, yang aku tahu aku jatuh cinta akan hal itu sejak pertama kali mendengarnya. Dan tanpa sadar, kakiku melangkah mencari dari mana suara itu berasal. Sebuah ruangan dengan cahaya remang-remang. Ruangan itu kosong, hanya ada sebuah piano di tengah-tengah ruangan. Walaupun tidak terlalu terang, aku bisa melihat seorang pria berkemeja kotak-kotak sedang memainkan piano itu. Punggungnya melenting-lenting menikmati irama yang dia mainkan sendiri. ~Next to chapter 1~
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
Bisikan Hawa cover
Cerita anak Indigo cover
Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah cover
bisikan cover
Ci-Luk-Ba (TAMAT PER-EPISODE) cover
"Bisikan Senior di Lorong Sunyi" cover
Tanya Hati (Selesai) cover
MISTIS  cover
My Stupid Indigo cover
RATS!!! cover

Bisikan Hawa

25 bab Lengkap

Sudah ganti judul menjadi BISIKAN HAWA dengan judul awal PENGALAMAN INDIGO __________ Series › [THS] The Horor Story #1 "Melalui kedua mataku, aku bisa melihat mereka secara langsung dan bersentuhan. mereka nyata!" ===== Ini kisahku. Tentang pengalaman seorang anak spesial yang bisa melihat mereka yang mustahil terlihat oleh mata kalian. Nikmati saja cerita misteri ku ini dan rasakan apa yang juga aku rasakan. Beberapa kali rank💛 #447 in Horror #333 in Mystery #107 in Hantu #83 in Indigo Copyright© 2019 By Mustaqim