Perempuan Yang Menunggu Duka

Perempuan Yang Menunggu Duka

  • WpView
    Reads 488
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 23, 2018
Cinta adalah nada pada bauran bunyi, cinta adalah tanda baca pada tumpukan kata, cinta adalah buliran embun diatas hijaunya dedaunan, cinta adalah lingkar pelangi selepas hujan. Kepada siapa cinta jatuh, maka cinta adalah kertas putih yang pasrah pada siapapun yang akan merangkai kisah didalamnya. Pahit, manis sesungguhnya bukanlah kesalahan cinta, karena cinta adalah suci seperti adanya. Tentang yang satu ini semua manusia memiliki kisahnya masing-masing. Ada yang starnya mulus, berliku dalam proses tapi bahagia. Ada yang memulainya rumit, prosesnya mulus namun berakhir memilukan. Ada yang mengawalinya lancar, perjalanannya manis dan berhasil memetik buah manisnya. Itulah cinta, sebuah pertanyaan dari teka-teki hidup yang hanya akan terpecah di ending cerita. Lalu, mengertikah cinta saat aku menginginkan ia datang mengisi ruang hati yang kosong? Tahukah ia saat aku sangat merindukan seseorang menemani dalam kesunyian? Pahamkah cinta saat hati memanggil sebuah nama? Jika itu adalah sebuah tanya, sesungguhnya aku tahu sendiri jawabannya, bahwa cinta maha paham, tapi cinta tidak akan menepi pada sepasang hati yang bertaut. Justru itulah pedihku. Lantas bagaimana dengan hari ini ketika aku kembali dipeluk hampa yang memudarkan rasa. Selalu seperti ini. Duduk termenung sambil menatap buku biru di tanganku, membacanya, kemudian menutupnya kembali. Terus seperti itu berulang-ulang. Meneteskan air mata sudah biasa. Mungkin inilah konsekuensi cinta, yaitu ketika merindu tanpa dirindukan. Perasaanku limbung, ingin mengepak tak bersayap, ingin berpuisi tapi kekecewaan telah pudarkan kata-kata puitisku menjadi abu. Andai saja aku bisa menghindari kehadiranmu, andai saja aku bisa mencegah rasa yang kau bawa, andai saja aku tak terlena dalam buaian pesonamu yang memabukan, andai saja aku tak patuh menuruti kata hati yang memberi sejuta angan tentangmu yang semu. Bahkan sejuta andai pun tak menjawab apa-apa.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Warna Yang Hilang
  • Mahligai Sunyi
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Dalam Kepalanya yang Tak Pernah Hening
  • TAKDIR ALLAH [End!]
  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • Narasi patah hati

Cinta pertama tidak pernah sederhana. Dua hati yang bertemu membawa kisah yang berbeda, dengan luka dan harapan yang saling bercampur. Ia tak pernah menyangka bahwa cinta bisa datang begitu tiba-tiba-di tempat yang bahkan tak pernah iaharapkan. semuanya dimulai dari senyuman yang awalnya tak berarti, hingga kata-kata yang terus melekat di hati. Tapi di balik keindahannya, cinta pertama ini mengajarkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: perasaan takut, sakit, dan kebingungan yang bercampur jadi satu. perasaan yang tumbuh perlahan, melawan ketidakpastian dan rasa takut yang belum pernah ia kenal. Di satu sisi, dia bertanya-tanya, "Apakah cinta ini adalah berkah atau justru sebuah ujian yang akan melukai hati kami berdua?" Di sisi lain, ada hati yang mencoba mencintai dengan tulus, meski bayangan masa lalu masih membekas. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Apakah cinta ini akan benar-benar yang terakhir? Atau hanya sebuah cerita singkat yang akan berakhir tanpa jawaban?". Namun cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga keputusan. Keputusan untuk bertahan, melepaskan, atau memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak lagi sama. Ini adalah kisah dua orang yang mencoba mencari arti dari cinta, harapan, dan kehilangan. Sebuah perjalanan yang tidak hanya mengajarkan mereka tentang cinta, tetapi juga tentang diri mereka sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines