5 Menit Bersamamu

5 Menit Bersamamu

  • WpView
    LECTURAS 293
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadContenido adultoConcluida mar, feb 26, 2019
WpInfo
No ficción
Cleopatra seorang gadis yang selalu merasa kesepian karena hidupnya hancur. Kedua orang tuanya bercerai ketika Cleo baru merasakan sebuah kebahagiaan. Tapi kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Kedua orang tuanya hanya memikirkan egonya masing-masing. Kemudian memilih hidupnya sendiri-sendiri. Tanpa mempedulikan perasaan anaknya yang saat itu memang psikisnya terganggu karena ulah kedua orang tuanya. Hingga suatu hari gadis itu menemukan kebahagiaannya sendiri. Bertemu dengan seseorang yang membuatnya bahagia. Tapi kebahagiaan itu lenyap seketika. Ketika dia yang membuat Cleopatra bahagia pergi untuk selamanya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sudut Luka Nazea
  • ALONE [END]
  • Luka 🔞 (HeeKi ft.Sunghoon & Jay)
  • Keluarga di Ujung Senja
  • Queen Friensyah Aldebaran
  • Cerita yang Tak Selesai ✨💔🌙 || TAMAT
  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • Because Of You

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido