Lost Star

Lost Star

  • WpView
    Reads 445
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 19, 2019
Kadang kita membutuhkan ruang hanya untuk sekedar menghela nafas dan beristirahat sejenak. Karena setiap jengkal kehidupan pasti memiliki jeda. Jeda untuk memutuskan apakah akan lanjut atau diam di tempat. Atau bahkan berbalik arah. Who knows. Hidup memiliki caranya sendiri bermain dengan takdir kita. Yang tersisa hanyalah satu pertanyaan. Are we ready for that? Karena tidak pernah ada yang salah dengan garis yang sudah Tuhan berikan, yang salah hanyalah kita yang terlalu berperasaan. Maka dari itu, aku sudah menyimpan hatiku sejak lama. Di sudut gelap yang tak akan pernah ditemukan oleh siapapun. Or so I thought.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • And Then You Came (Completed)
  • Hampir
  • Jika Kita Tak Pernah Jatuh Cinta
  • Short Stories
  • Always Loving You
  •  The Secret Of Love(lingorm)
  • A Second Chance #Brotherhood 3 (Complete)
  • Will You be Mother for my Daughter? - 1
  • Antara dosa dan Cinta Pertama

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines