Home Alone with Friend

Home Alone with Friend

  • WpView
    LECTURAS 177
  • WpVote
    Votos 12
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 12, 2018
kehidupan dimana seorang remaja yang masih berumur 15 tahun yang hidup sendirian dirumahnya. Kedua orang tuanya sedang bekerja diluar kota, sesekali mereka pulang. Ia juga memiliki 3 saudari perempuan dan 1 adik laki laki. Semenjak mereka ke luar kota termasuk saudaranya, ia kesepian. Terkadang ia hanya tersenyum, tetapi dibalik senyumannya ia menyimpan kesedihan. Tetapi, setelah ia bertemu dengan seorang yang sangat baik padanya ia jadi sering bersemangat melewati kehidupannya bersama dengan orang tersebut. Waktu demi waktu hari demi hari mereka lalui bersama, mereka juga sering bercerita tentang kehidupannya yang lama. Mereka berdua juga sering bermalam dirumahnya. Tapi dimana suatu hari, ia juga bertemu dengan pria tampan yang satu sekolah dengan dirinya. Membuat kehidupannya semakin berubah hanya karena teman atau sudah ia anggap sebagai sahabat. Yah SAHABAT. Kehidupannya seakan berubah, bahwa ia melupakan semua nya. Bagaimanakah kehidupan sang remaja tersebut dalam menjalani hidupnya hanya dengan bersama seorang teman? 'Terkadang hidup memang tidak adil dan hanya Tuhan yang menentukan nasib bagi makhluknya' #ajengmaulidyachandra my first story. sorry for typo.
Todos los derechos reservados
#431
zee
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • BETWEEN
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Dari Luka Untuk Tawa✓
  • Alisa's Story
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Cerita Tentang Kita
  • Different [END]
  • Arah Yang Selaras Lagi Berpelangi
BETWEEN

‼️𝘾𝙀𝙍𝙄𝙏𝘼 𝙄𝙉𝙄 𝙈𝙐𝙍𝙉𝙄 𝙃𝘼𝙎𝙄𝙇 𝙊𝙏𝘼𝙆 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍 𝙎𝙀𝙉𝘿𝙄𝙍𝙄‼️ ‼️𝙏𝙃𝙄𝙎 𝙄𝙎 𝙅𝙐𝙎𝙏 𝘼 𝙁𝙄𝘾𝙏𝙄𝙊𝙉𝘼𝙇 𝙎𝙏𝙊𝙍𝙔‼️ Di antara.. Di antara apa..? Sungguh, terjebak '𝒅𝒊 𝒂𝒏𝒕𝒂𝒓𝒂' itu sangat membingungkan. Kita harus memilih salah satunya dan mengikhlaskan yang satu nya bukan? Sementara sebagai seorang manusia pasti serakah, ingin memiliki kedua nya. "Asha mau sembuh dulu, asha masih trauma. Biarin Asha pergi sebentar yaa? sebenernya Asha gamau ninggalin arel, tapi asha pengen yakinin diri apa bener asha udah sepenuhnya sembuh?" "Tapi kalau udah sembuh, kembali ya? aku tunggu. " Ketika sudah yakin dengan pilihannya, saat itu lah pilihan lain datang kepada kita. Sangat ragu untuk mengabaikan pilihan yang baru saja datang, tetapi ragu juga dengan pilihan pertama yang mungkin berdampak pada pilihan yang baru datang. "Why dad, mom?!? why?! he's kind to me. pelase trust me.. " "We are different. I'm not disagreeing, but the way their family and the way our family are very different. " "Keep him or keep your family? The choice is in you. Learn adults daughter, love does not always have to be owned. " . . . Let's read this story❗💨

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido