Beril Gandasuli

Beril Gandasuli

  • WpView
    Reads 2,221
  • WpVote
    Votes 679
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 9, 2018
Dulu sendiri adalah pilihannya. Karena baginya saat sendiri dia bisa menjadi apapun yang dia mau, dia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut pandangan buruk orang lain ataupun kata - kata menjatuhkan dibelakangnya. Dan baginya menjadi tidak terlihat adalah salah satu cara untuk terhindar dari problematika rumit. Tapi sejak hari itu Tuhan menghandirkan orang baru untuknya, untuk memberi cahaya baru dalam hidupnya yang temaram. Memberi warna baru dalam masa putih abu - abunya yang semula hanya ada hitam dan putih. Mulai mewarnai lembaran hidupnya yang semula hanya bercoretkan tinta hitam dengan crayon warna - warni yang indah. Mengajarinya bahwa dia bisa menjadi apa yang dia mau jika dia berada bersama orang yang tepat. Tapi seperti biasa tidak ada kisah yang berjalan mulus. Selalu ada kerikil tajam pemberi rasa sakit serta penghambat jalan menuju kebahagiaan.
All Rights Reserved
#83
cakrawala
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Back For Me (Completed)
  • Di Antara Cinta Ada Apa? (Completed)
  • Love Is Hindered By Time
  • Maaf✓
  • Dear You
  • Kapasitas Semesta
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • YOUNG AND FREE
  • SKALETTA [END]
  • AMIRA [hiatus]

Kisah yang sangat klise untuk dipublikasikan, tentang kisah percintaan remaja SMA, persahabatan hingga persaingan dalam mencintai. Rasa baru yang dirasakan ketika beranjak dewasa atau yang lebih dikenal dengan perasaan cinta, pertengkaran hingga peliknya hidup juga diceritakan. Tentang bagaimana caranya seorang remaja laki-laki menemukan seorang gadis mungil yang sangat menyebalkan dan merepotkan baginya, keputusan untuk memiliki yang menyebabkan gadisnya menahan rasa sakit yang tak banyak orang rasakan. Tentang sang gadis mungil yang terlahir tak sesehat remaja lainnya. Senyumnya menyembunyikan rasa sakit, tawanya yang menyembunyikan kelemahan. Akankah kisah mereka berjalan hingga mereka sama-sama beranjak dewasa? Ataukah hanya kisah pemanis masa abu putih saja dan setelahnya akan terkubur dan dikenang sebagai masa lalu yang menyenangkan itu semua hanya Tuhan yang tahu jawabannya

More details
WpActionLinkContent Guidelines