Goodbye Autumn

Goodbye Autumn

  • WpView
    Reads 139
  • WpVote
    Votes 87
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 24, 2018
Satu daun kering jatuh dari pohonnya, ia sudah tak mampu lagi mempertahankan posisinya di ranting. Posisinya di atas sangat bermanfaat untuk proses fotosintesis. Namun sekarang, ia berada di bawah, posisinya sangat tak berguna untuk pohon. Ia berpikir demikian. Tatkala seorang manusia datang, ia membantu daun tersebut agar berguna, sama gunanya dengan fotosintesis. Manusia itu menggunakan daun kering itu untuk membuat kompos, untuk membuat pohon tumbuh subur.
All Rights Reserved
#14
musimgugur
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Together
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • ALEYA~~
  • Androphobia Love ✔
  • Human and The Last Guard in The Earth✔
  • [1] 20봄 | TWENTY SPRING✔
  • Romantic Street✓
  • Hujan Di Langit November
  • YELLOW WOOD
Together

"Dia tuh, cuma keliatan kuat di luarnya doang. Dalemnya mah sebenernya berantakan. Mata ketawanya dia, bahkan jauh lebih menyakitkan dari airmatanya. Dia sebenernya cuma pura-pura baik-baik aja. Sebenernya mah, rapuh dan hancur. Karena ngerasa gak ada orang yang bisa mengerti apa yang udah dilaluinya, dia memilih jalan ini. Memendam semuanya sendiri. Padahal, pengen banget berbagi. Bisa ngeliat dia ketawa mah, di depan orang-orang aja. Aslinya, dia sering nangis sendirian. Tiap malem, di kamar mandi, di kamar, di mana pun dia bisa menangis, dia pasti bakal nangis. Karena, beban yang dia punya sekarang, terlalu banyak buat dipikul. Dia udah bilang kok kalo dia mau nyerah. Iya, nyerah sama hidupnya. Tapi, Tuhan masih bilang,"Jalan terus." Dia tuh capek tau. Dia sering ngeluh, cuma orang-orang gak pernah tau aja. Dia bisa memanipulasi emosinya dari yang abis nangis tersedu-sedu, langsung berubah jadi senyum menawan. Iya, itu keahliannya. Dia ahli dalam hal apapun, tapi dia gak ahli buat melawan. Dia tuh lemah. Kalo ada yang bilang dia kuat, iya itu di depan orang doang. Aslinya mah, suka banget gelosoran di lantai sambil nangis. Kalian gak tau aja. Iyalah kalian gak tau, dia kan gak pernah nunjukkin kelemahannya di depan orang. Yang dia pengen, orang taunya dia baik-baik aja. Padahal mah tiap hari yang ada di otaknya gimana caranya mati tapi gak sakit. Kalian gak tau aja...." - Author

More details
WpActionLinkContent Guidelines