"Rindu Yang Terlarang"

"Rindu Yang Terlarang"

  • WpView
    Reads 202
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
Apakah kita akan tetap bertemu? meskipun kita tidak bersama? tanyaku sedih "huh....well...kita akan tetap bertemu tapi aku tidak kuat melihat kamu dengan pria lain sya, apa kamu tidak mau menungguku sampai skripsi ku selesai? aku janji setelah selesai menyelesaikan skripsiku aku langsung melamar kamu sya...I'm promise" ujarnya memohon kepadaku "sorry....ar aku tidak bisa, mama ingin aku cepat menikah". ujarku dengan wajah sedih " ya...lebih baik kamu turuti saja apa yg dikatakan ortu kamu karna kita sbagai anak tidak boleh membantah kpdnya, sya... jika calon suami kamu berbuat jahat katakan padaku aku akan lngsng menghajarnya bahkan membunuhnya pun akan ku lakukan" ujarnya dan membuatku makin menyesal dan sedih. " maaf...Ar... maafkan aku" ujarku memohon maaf " sudahlah nggak perlu menangis aku tidak suka melihatmu menangis, tetaplah bahagia dan tersenyum" ujarnya yg dihiasi senyuman manisnya dan membuatku tidak sedih lagi. " sorry ar and thanks for anything " ujarku dan memaksakan tersenyum meskipun hatiku sangat sedih dan menyesal . " dont worry...I'm never mind " ujarnya dgn tersenyum paling manis menurutku.
All Rights Reserved
#34
trouble
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet RomanShit
  • He's My Husband [ REPUBLISH ]
  • VINDEYLI
  • dimana janji tersebut
  • STUCK
  • Dear Heartbeat [COMPLETED]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]

(Romantic - Comedy) Karena perjodohan yang dilakukan oleh sang ayah, Briana Aulia Wiratmaja jadi membenci Athala Kavi Gautama yang menjadi suaminya selama hampir dua tahun terakhir. Bri, begitulah perempuan itu biasa dipanggil, merasa hidupnya begitu nelangsa karena harus berpisah dengan sang kekasih tercinta akibat pernikahan mereka. Berkali-kali Bri meminta Athala untuk menceraikannya, tetapi berkali-kali pula Athala menolak dengan alasan janji kepada sang ayah dan mereka belum memiliki keturunan. Maka dengan segala kekesalan dan kebencian yang meluap, Bri akhirnya bertekad membuat onar, sengaja melakukan hal-hal yang Athala benci. Berharap laki-laki itu muak dan kemudian menceraikannya. Namun, Bri sadar bahwa ekspektasinya ternyata sia-sia. Athala masih tetap keukeuh pada prinsipnya tidak akan bercerai sebelum mereka punya anak. "Kalau kamu mau cerai, kamu harus berikan saya seorang keturunan dulu, baru saya kabulkan permintaan kamu." "Kamu udah gila? Mana mungkin aku mau punya anak dari kamu! Aku benci kamu dan kamu juga nggak cinta sama aku!" "Kalau begitu jangan mimpi kamu mau bercerai." "Kenapa kamu masih aja mau bertahan di pernikahan nggak sehat ini? Kamu beneran udah sakit jiwa!" "Karena ini satu-satunya cara saya untuk balas dendam sama kamu, istriku." -------------------------------------------- Warning!!! 🔞 Story with mature content, harsh words, skinship, high level of romance and adult, problematic character, mental illness, family issues (21+) copyright @poetryalexandria First publish May 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines