Coffee And Guitar Effect [HIATUS]

Coffee And Guitar Effect [HIATUS]

  • WpView
    přečtení 571
  • WpVote
    Hlasy 23
  • WpPart
    Části 1
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno čtv, čvn 20, 2019
UPDATE: SETIAP RABU DAN SABTU Bagi Mika, Althaf itu seperti secangkir kopi yang sering ia nikmati. Hangat dan menenangkan. Walau ia tahu, kopi tak dapat menyembunyikan sisi pahit nya. Bagi Althaf, Mika itu seperti senar gitar yang selalu ia petik. Setiap irama yang mengalun selalu menumbuhkan semangat dan asa bagi nya. Cover by @lieby_ Hope you like it Copyright © 2018 by pizzalokaa
Všechna práva vyhrazena
#49
althaf
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • F A K E ? [End]
  • It's Me
  • [LT:3] Unsocialove
  • Padi & Jagung✓
  • Prince And Princess [SUDAH TERBIT]
  • [END] Foolish Love
  • ALVIVA (END)
  • [1] SEVENTEEN ✔
  • Tak Berarti (SLOW UPDATE)
  • Sweetheart in Your Ear [SUDAH TERBIT]

[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu