We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
My Beautiful Classmate

My Beautiful Classmate

  • WpView
    Reads 260
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 29, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Semua tumbuh dengan sendiri nya karena terbiasa. Rasanya ada yang kurang sehari saja tak saling menatap masing-masing mata yang begitu dingin. Dan pada akhirnya tatapan itu berubah menjadi tatapan yang saling dirindukan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LDR (Logika Dalam Rasa)
  • The Bad Boy
  • JANJI YANG TAK SEMPAT DITEPATI
  • Rewrite My Heart [TERSEDIA DI GRAMEDIA]
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Nothing Vain Love
  • Felicity [On Going]
  • Dari Nadya Menjadi Salsa Bersama Aidyn
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

(19+) Ini bukan tentang kisah cinta jarak jauh, melainkan tentang logika dalam mencintai. *** Shanaya Kaifa adalah pelajar muda yang sangat giat juga tekun dalam belajar. Tergila-gila pada novel dan mengidolakan seorang penulis terkenal. Sekilas, hidupnya terlihat indah serta normal, akan tetapi, banyak luka dan penderitaan yang dia tangung seorang diri. Hingga takdir menyeretnya untuk bertemu dengan sang idola, awalnya ia sangat senang, sebelum berubah sedih karena semua hal tak seindah yang dibayangkan. Dia pergi, mengubur semua mimpinya serta kembali pada kenyataan. Memilih giat belajar dan bekerja keras guna mewujudkan tujuannya sendiri. Melupakan hal yang sedari awal menjadi cita-citanya. # Mobil yang dikendarai Axel melaju kencang di jalan raya. Tidak peduli hujan deras dan jalanan licin tetap terus menambah kecepatan, bahkan beberapa kali menerobos lampu merah demi segera tiba di tempat tujuan. Hingga pada perempatan lampu merah muncul sebuah truk berkecepatan tinggi. Axel kaget, menekan pedal rem sekuat tenaga agar terhindar dari kecelakaan. Mengakibatkan mobilnya tergelincir serta berguling di aspal sebelum terbalik. Sedangkan kondisinya terluka parah dengan sekujur badan berlumuran darah. Bruuk ... druaak ... duaar Kepala Axel terasa sangat sakit, pandangan matanya kabur dengan kondisi badan tak dapat bergerak. Ia mencoba berteriak meminta pertolongan, tetapi suaranya tertahan di tenggorokan. Hanya mampu merintih pelan, berharap masih memiliki kesempatan untuk berjumpa dan meminta maaf pada kekasihnya. "Shanaya ... maafkan aku." Sesudah itu semuanya menjadi gelap. Axel kehilangan kesadaran dan mengalami pendarahan hebat pada beberapa anggota badan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines