The Siblings

The Siblings

  • WpView
    Reads 6,919
  • WpVote
    Votes 887
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 13, 2019
" Heh jangan berantem mulu! Ayo serius dulu sebentar. " ㅡ Junior Gilang Handoko " Yaelah lembek amat, sini gue aja! " ㅡ Jessica Citra Saputri " Kak, kak, bentar dulu dong. Lagi nanggung ini war-nya. " ㅡ Domiko Ethan Saputra Sudah 1 tahun terakhir ini Junior membiasakan diri tinggal dengan keluarga barunya. Junior yang terbiasa sebagai anak tunggal selama 18 tahun terakhir, kini mau tak mau harus menjadi kakak bagi kedua adiknya. Jessica dan Domiko, yang usianya tidak terpaut jauh dengannya. Kisah keseharian 3 bersaudara yang dikemas rapih dengan berbagai macam konflik remaja siap menghibur kalian semua. ----------------------- Highest rank: #1 jinjido
All Rights Reserved
#837
lokal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • [4] Kak Doyoung
  • Now. Here. Us. | JinJi
  • With Seven Handsome Brother | jisoo-bts
  • Brother Complex : KyuBy [Treasure][END]
  • Rainbow For You🐰[END]
  • In; The Circle || Monsta X
  • PARENTING [ JISOO x JIN ] TAMAT!! Wattys 2023!
  • my Hero, may be! ||  ᴶᵃᵉᴳⁱ [END]
  • Brother Issues✔

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines