Kesatria Langlang

Kesatria Langlang

  • WpView
    Reads 697
  • WpVote
    Votes 100
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 23, 2024
Suatu sore pada bulan ketujuh, tahun kesekian semenjak Ken Arok mengambil alih kekuasaan Kadiri dan mendirikan Kerajaan Singhasari dan memulai wangsa Rajasa, Mpu Seta Saraba menyembunyikan keris berdarah yang digunakan oleh Sang Amurwabhumi meraih kekuasaan. Sebuah keris lain yang sama persis bentuknya ditinggalkan oleh sang empu, sementara pusaka berdarah yang sesungguhnya dia titipkan kepada anak didiknya untuk dibawa ke suatu tempat nun jauh di barat bernama Sandyakala. Perjalanan menuju Sandyakala bukanlah sesuatu yang mudah. Meski demikian, Galih Kayuwangi selalu mengingat pesan sang guru, untuk tidak berbelok arah melainkan terus menuju barat. Untuk tidak beristirahat kecuali langit telah benar-benar gelap, dan memulai kembali perjalanan ketika ayam berkokok untuk ketiga kali. Melewati banyak daerah, dari yang kering, berawa, hingga hutan belantara dilalui Galih Kayuwangi. Hingga dia tiba di suatu hutan dan bertemu seorang bocah laki-laki yang terlihat tak memiliki tata krama, yang mengakui hutan itu sebagai rumahnya. TOLONG JANGAN LAKUKAN TINDAKAN PLAGIARISME :) Kesatria Langlang, (c) Mega Yohana, 2014/2018
All Rights Reserved
#107
mega
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GARBHAPATI
  • Ardhasana & Xuanji
  • MADA (BROTHERSHIP)
  • RENJANA⚜ ✔
  • The Red Rose Knight
  • The Stolen Scarf (On-Going)
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • GARWA RAHASIA: Bayang-Bayang di Balik Tahta
  • Rahasia di Balik Keraton

Tinta emas menuliskan kemasyhuran Wilwatikta yang agung, puja-pujian darah campuran pengkhianat dan pejuang, bersatu melahirkan raja-raja Jawa. Tak terhapus, namun namanya tercela sepanjang aksara pujangga yang menuliskannya Jayanegara, yang kotor, tamak, rakus, dan cacat. Jayanegara, Yuwaraja yang hina, tak sebaik-baiknya Maharaja Majapahit. Ditumbalkan demi kemurnian tahta, kekuasaan yang fana itu diperoleh leluhurnya dengan pertumpahan darah Mahisa Campaka dan perebutan kekuasaan. Dan kini? Kematiannya pun diramalkan akan terjadi bersamaan kekecewaan kasihnya, Roro Sekarwuning, di bawah naungan Wintang Alit yang murka. Semesta mendengar tangisannya, mendengar suara amukannya yang terpendam, menanamkan dendam, semua kutukan Kala menghantam jiwanya. Seluruh jagat raya menolak kehadirannya, tetapi Sanghyang Tunggal, dalam Krodha-nya, mengabulkan doa-doa permintaan Jayanegara: terlahir kembali dalam perwujudan pria milenial abad 21, mencari cintanya yang hilang, mencari apa yang telah lenyap dari jiwanya, di bawah bayang-bayang Kala Ratri. Indonesia, ranahasmoro. ©(2025-2026) [ Perlu diingat bahwa cerita ini merupakan karya fiksi dan fantasi. Beberapa elemen mungkin tidak sesuai dengan sejarah atau kenyataan. Hak cipta dilindungi. ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines