We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
pendidikan

pendidikan

  • WpView
    Reads 66
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
nama saya angel dan di sini saya akan menceritakan tentang pendidikan saya dari saya kecil dan sampai saat ini. saya sebagai pelajar adalah suatu kepribadian yang sangat saya banggakan karena bisa saya raih dari kecil hingga besar dan saya sangat bersyukur dapat meraih pendidikan tersebut, kenapa demikian saya sangat bersyukur?? karena masih banyak anak anak yang belum bisa mendapatkan pendidikan karena kekurangan biaya dari segi hidup mereka. saya sangat sedih jika melihat anak anak yang saya banggakan tidak bisa mendapat kan pendidikan. karena itu saya sangat bersyukur dapat meraih pendidikan yang tinggi,dan cita cita saya ingin menjadi guru.kenapa demikian?karena saya sangat ingin membantu anak anak yang tidak mampu agar dapat juga meraih kepintaran dan dapat menggapai cita cita nya sangat mereka impikan dari mereka kecil. tetapi saya sekarang masih SMP dan duduk di bangku kelas delapan di SMP negri 1kahayan hilir di Kalimantan tengah,saya ingin sekali menyelesaikan pendidikan dan lanjut ke S2 seperti Kaka saya di Jakarta dan saya ingin menggapai cita cita ingin menjadi guru agar dapat menggapai harapan untuk membantu anak anak yang tidak mampu juga mendapatkan pendidikan serta menggapai cita cita yang mereka inginkan. dan itulah keinginan saya jika telah menyelesaikan pendidikan.
All Rights Reserved
#368
semoga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE PREMIUM CLASS ( ON GOING )
  • mama shani?
  • Keluarga Baru
  • Anggap aku
  • Azizi Dan Lukanya
  • LAST BUT LOST
  • MENUJU PUNCAK
  • Embun Pagi

Di Antara Cinta dan Peringkat Di tengah gemuruh masa remaja yang penuh ambisi dan asa, ada satu pertanyaan yang diam-diam menggelayut di benak banyak siswa: Bagaimana mungkin seseorang menemukan cinta... ...di tengah kobaran kompetisi yang tak pernah padam? Sekolah Garuda bukanlah tempat biasa. Ia berdiri megah, menjulang seperti kastel pendidikan di tengah kota. Terkenal sebagai sekolah paling bergengsi di seluruh negeri, namanya menggema seperti nyanyian kemenangan setiap kali sebuah olimpiade berakhir. Setiap tahunnya, ribuan siswa berlomba-lomba mendaftarkan diri. Namun hanya segelintir yang berhasil melangkah melewati gerbangnya. Mereka yang diterima bukan hanya cerdas-mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik. Anak-anak dengan nilai A+ dalam segala bidang: dari kebugaran jasmani hingga kecerdasan akademik. Matematika, IPA, Bahasa Inggris-mereka juaranya. Dan ketika mereka masuk, perjuangan baru dimulai. Sistem pendidikan di Sekolah Garuda tidak mengenal ampun. Efisien, terstruktur, dan nyaris sempurna. Tiada satu pun siswa yang gagal, bukan karena semuanya hebat, tetapi karena sistemnya hanya menerima yang mampu bertahan. Setiap kelas terdiri dari 20 siswa. Tidak lebih. Tidak kurang. Namun ada satu kelas yang tak seperti lainnya-kelas premium. Isinya adalah para jenius. Siswa-siswa dengan catatan akademik luar biasa, yang tidak hanya belajar, tapi mencetak sejarah. Dan di sinilah aturan paling tajam diberlakukan: Jika siswa peringkat 20 di kelas premium memiliki nilai lebih rendah dari siswa peringkat 1 di kelas bawah, maka pertukaran dilakukan. Tanpa negosiasi. Tanpa belas kasihan. Peringkat 20 akan turun, digantikan oleh sang juara dari bawah. Itulah dunia Sekolah Garuda. Tempat di mana cinta bisa tumbuh, tapi hanya jika kau cukup kuat untuk bertahan dari arus nilai, ambisi, dan pengguguran sistematis. Tempat di mana hati harus memilih-antara perasaan atau peringkat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines