Miracle
  • WpView
    Reads 456
  • WpVote
    Votes 129
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 16, 2018
Anatasha S. Miracle.I'am belive there is.Mungkin terdengar konyol.Mempercayai sesuatu yang entah bagaimana kebenarannya.Yang tidak ada kepastiannya.Tapi,entah kenapa aku mempercayainya. Keajaiban.Ya aku percaya keajaiban pasti ada dalam sebuah kehidupan. Entah akan memperburuk atau memperindah kehidupan itu sendiri. Aku tidak perduli.Yang aku tahu, aku sangat mempercayainya. Alfano S. Miracle? This is impossible! Benar-benar bodoh orang yang mengatakan keajaiban itu ada.Jika keajaiban memang benar ada, dimana keajaiban itu saat aku membutuhkannya? Mengharapkannya? Bullshit! Keajaiban itu tidak datang. Yang datang hanyalah kerumitan.Jadi, jika ada yang bertanya apakah aku percaya sebuah Keajaiban? Aku akan dengan lantang menjawab tidak.Tidak akan pernah! Hanya cerita sederhana dari seorang gadis sederhana.Gadis yang begitu teguh dengan keyakinannya. Gadis keras kepala yang menginginkan akhir hidup bahagia..
All Rights Reserved
#45
alfa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • FIZYA
  •  ANATHA
  • Lisa [Sudah Terbit dalam Bentuk E-Book]
  • I Am a Hero [END]
  • Diandra & Satria [END]
  • [END] Blind Rainbow
  • I'm okay (END)
  • [✔️terbit] 1. The Girl That Hurt
  • Nayara [ TERBIT ]

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: •Ini cerita murni yang dibuat sendiri. •Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. •Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines