We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
sahabat sejati

sahabat sejati

  • WpView
    Reads 122
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 3, 2018
WpInfo
Non-Fiction
Tagslanjut
nama saya Angelica saya akan membagi kisah tentang persahabatan yang sangat erat. pada suatu hari ada tiga wanita cantik sedang berjalan jalan di sebuah mall yang bernama Putri,Heppy,Tasya mereka sedang berbelanja keperluan masing masing. tasya:Heppy kamu sedang berbelanja apa. Heppy:aku sedang berbelanja keperluan ku yang telah habis(sambil tersenyum). putri:Tasya kamu belanja apa. tasya:aku belanja keperluan make up ku semuanya pada habis. setelah berbelanja mereka keluar dari mall. putri:eh pulang dari sini kita jalan jalan ke tamanya(tersenyum). Heppy:ngapain(bingung). putri:nga ada aja kita cuman Poto Poto aja. Heppy:ohhh......oke. Tasya:oke.
All Rights Reserved
#23
lanjut
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Crazy Couple [End] ✔
  • DIA ADALAH NAJA
  • Allena
  • Melody Arthadiesa
  • ALVANSA [Completed]
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • TENTANG WAKTU [Tamat]
  • Senyawa Abu-abu { F I N I S H }

"Tapi lo beneran nggak marah sama gue, kan?" "Nggak kok." "Serius?" "Susah juga buat marah sama lo," tukas Arraja cuek, tapi berhasil membuatku melengkungkan senyum tipis. "Habis, kalau gue marah beneran, gue takut..." Arraja menatapku dalam-dalam. Senyumku terkulum semakin lebar, siap mendengar kata-kata bucin dari Arraja. Jika benar itu terjadi, harusnya aku menyiapkan ponsel untuk merekam suara Arraja yang akan berkata romantis kepadaku. Pasalnya, bisa dihitung pakai jari berapa kali Arraja mengucapkan kata-kata manis yang sukses membuatku terharu. "... gue takut lo bunuh diri, Ay." "Triple O em ji... kok bunuh diri? Gue nggak ada niat sampai ke arah situ ya!" Aku berdiri, memalingkan muka ke arah lain. Kurang ajar! Kukira dia hendak mengucapkan kata-kata manis. "Ya iya... coba bayangin kalau gue marah sama lo, ngediamin elo, bahkan ninggalin elo. Apa lo nggak merasa sedih? Dan hal itu nggak menutup kemungkinan membuat lo jadi frustrasi, terus bunuh diri." "Dasar cowok gila!" "Lo nggak sadar diri? Lo juga gila! Kita berdua kan sama-sama crazy!" Genre : Action, Drama, Romance, Comedy.

More details
WpActionLinkContent Guidelines