Dear Diary

Dear Diary

  • WpView
    Reads 1,040
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2019
WpInfo
Fiction
Romance
Ini hanya coretan-coretan lama saya yang ingin saya arsipkan disini. Seperti biasa, semuanya berisi tentang kegalauan yang saya alami. Tentang masalah hati, tentang saya yang senantiasa merutuki diri sendiri, tentang dia yang saya cintai namun tak berakhir pada kata 'memiliki'. Udah ah, gitu doang. Intinya sih ini hanya akan ada beberapa bagian, ya sambil saya obrak-abrik catatan-catatan yang sudah dimuseumkan. Kalau nemu, baru ditulis di sini. Maklum lah, sudah jadi kebiasaan saya nulis-nulis ga jelas di kertas. Nggak di simpen baik-baik. Taunya nulis aja. Hihi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Book Of Romance
  • C'est La Vie - Karma & Semesta
  • Galau Territory (Tentang Seseorang yang Tak kan pernah kusebut namanya lagi)
  • SalFlo
  • Trial & Error
  • Renjana Kalbu
  • Dear Kamu : My One and Only Crush On My Life

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

More details
WpActionLinkContent Guidelines