Takdir

Takdir

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 9, 2018
Brukk "Kalau jalan tu pake mata. Nggak liat apa ada orang didepan" ucap Zila dengan wajah memerah karena marah sambil memungut bukunya yang berserakan. "Kalau jalan pake kaki kali" jawab cowok itu dengan gaya coolnya. "Udah dia yang salah nggak mau batuin mungutin ni buku lagi. Awas aja kalau ketemu lagi abis dia" ucap Zila dengan perasaan kesal karena pagi-pagi moodnya udah buruk gara-gara cowok sok cool tadi. Penasaran dengan kisahnya kuy baca aja nggak bayar kok✌.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Distance [END]
  • Teacher Pet's : Brothership
  • My Twins Brother
  • DEVANO ( sedang di Revisi)
  • Whispers in the Blood
  • VANIA AND BOYS LOVE NOVEL!
  • BUNGKAM

"Bruk!' "Aduhh pantat gue!" ringis Alya lalu menepuk-nepuk pantatnya yang baru saja berciuman dengan lantai. "Lo makanya kalo jalan pake mata!" ketus Alya. Sedangkan cowok yang didepannya hanya memasanag wajah datar andalannya. "Dimana-mana kalo jalan itu pake kaki bukan pake mata" ucap cowok sambil tersenyum sinis. "Arghh! Lo tuh ya pagi-pagi udah bikin gue kesel aja!" ucap Alya mengebu-gebu. "Bodoamat" ucap cowok itu cuek lalu melanjutkan langkahnya. "ATTHEO ADINATA BRAMASTA! GUE BENCI LO!!" teriak Alya membuat Theo menghentikan langkahnya dan membuat beberapa ornag menatap mereka berdua penasaran. Theo berbalik lalu berjalan menuju Alya yang masih dengan mukanya yang memerah karena menahan marah. "Iya sekarang lo boleh benci sama gue tapi-" Theo membungkuk badannya lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Alya. "Suatu saat lo bakalan Cinta sama gue, karena dari benci bisa jadi Cinta" bisik Theo membuat beberpa orang disana berteriak histeris, sedangkan Alya hanya mematung mendengar ucapan Theo. Setelah membisikan kata itu Theo pergi meninggalkan Alya yang masih diam mematung ditempat. Hola guyss gimana kelanjutan cerita guyss? Penasaran? Makanya baca cerita lengkapnya ya!

More details
WpActionLinkContent Guidelines