Story cover for Takdir Cinta by IcaSetyaAYuN22
Takdir Cinta
  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 10
  • WpView
    Reads 191
  • WpVote
    Votes 52
  • WpPart
    Parts 10
Ongoing, First published Apr 04, 2018
Disini bukan mengisahkan cerita penuh drama yang menghabiskan waktu...

Disini bukan juga mengisahkan kehidupan penuh sinetron yang sepenuhnya bualan...

Tapi disini...

Mengisahkan seseorang yang berusaha menerima takdir dari cintanya yang berkata lain...

Walau hati dan cinta menginginkan bersatu namun Takdir dan Tuhan menyatukan mereka dengan cara yang lain...

Walau mulut berkata iya namun hati berteriak tidak, maka apa yang terjadi?

Memberontak.

Itu yang akan terjadi demi mempertahankan cinta dan keinginannya...

Namun dia sadar... Bila cinta tak harus selalu bersatu...

Akankah hati lebih berpengaruh daripada otak?

Apakaj perasaan lebih unggul dari pada pikiran?
All Rights Reserved
Sign up to add Takdir Cinta to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Dibawah Langit Yang Retak (joongpond) by syawznn
22 parts Complete
Di bawah langit yang kelabu, di antara bayang-bayang masa lalu yang menyakitkan, dua jiwa yang terluka bertemu. Mereka datang dengan beban, dengan luka yang tak terungkapkan, tapi juga dengan hati yang tak bisa menghindari perasaan yang mulai tumbuh di antara mereka. Archen, yang terluka oleh kenangan indah yang pernah ada, tak mampu mengelak dari pesona seorang Naravit-seorang pemuda yang terlahir dari kelembutan dan kesederhanaan, yang meski tak mengerti, mampu mengisi ruang kosong yang ada di dalam diri Archen. Naravit, yang penuh harapan dan kesetiaan, melihat sosok Archen bukan hanya sebagai pria yang sulit dijangkau, tapi juga sebagai seseorang yang membutuhkan cinta untuk sembuh dari masa lalu yang terus menghantui. Namun, seiring berjalannya waktu, dia pun menyadari, cinta yang dimiliki Archen adalah cinta yang terikat pada kenangan akan seseorang yang telah pergi. Mereka berjalan bersama di jalan yang penuh keraguan, menghadapi gejolak hati dan kenyataan yang pahit. Di sana, antara keraguan dan harapan, mereka menemukan bahwa cinta tak hanya menyembuhkan luka, tetapi juga memberikan kesempatan untuk memulai lagi, untuk memberi arti pada sebuah perjalanan yang sempat terhenti. Terkadang, cinta itu tak datang dengan cara yang kita inginkan. Ia datang dalam bentuk yang tak terduga, membawa rasa sakit, keraguan, dan kesedihan. Namun, cinta sejati akan selalu menemukan jalannya, meski harus melewati jalan yang penuh air mata. Mereka berdua adalah bukti bahwa cinta yang murni mampu tumbuh bahkan di tengah kesedihan yang mendalam. Seperti dua bintang yang saling menarik meski terpisah oleh ruang dan waktu, mereka akan saling menemukan, dalam perjalanan yang tak pernah mereka duga sebelumnya. Inilah kisah Archen dan Naravit-tentang cinta yang lahir dari masa lalu yang terlupakan, tentang dua hati yang akhirnya menemukan jalan kembali satu sama lain, dan tentang bagaimana luka-luka itu akhirnya sembuh dengan kehadiran cinta yang tulus. ---
You may also like
Slide 1 of 9
Quant (On Going) cover
Aku Kamu Dan Dia cover
Dibawah Langit Yang Retak (joongpond) cover
Pelangi di Balik Hujan Rindu cover
BUNGA KEMBALI cover
ANTARA DOA DAN RASA cover
ASING KARNA TAK LAGI BERSAMA cover
Untukmu, Seluruh Nafas Ini cover
SORRY cover

Quant (On Going)

34 parts Ongoing

Pernahkah kau bertanya pada dirimu sendiri... "Apa hakikat kebenaran, jika setiap sudut pandang melahirkan kenyataan yang berbeda?" Pernahkah kau bertanya... "Seperti apa rasanya menjadi lebih dari orang lain, ketika dunia sendiri tak mampu menanggung beban kekuatan itu?" Pernahkah kau bertanya... "Adakah cinta sejati di dunia ini, ataukah ia hanya ilusi yang bertahan sepanjang waktu?" Ketika batas antara sains dan takdir memudar, kami menemukan bahwa dunia yang kami kenal hanyalah serpihan kecil dari kebenaran yang lebih besar - dan kami bukanlah sekadar anak-anak biasa. Di persimpangan waktu dan ruang, di mana kemungkinan bercabang tak terhingga, satu pertanyaan terakhir tersisa: Apakah manusia mengendalikan nasib, ataukah mereka hanya boneka dari hukum alam yang tak terjamah?