One Last Chance

One Last Chance

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Apr 20, 2018
Sudah tidak ada lagi jalan untuk kembali, itulah yang tertanam dalam benak Febe. Setiap kejadian pahit yang terjadi dalam hidupnya, baik yang sudah berhasil dia lalui maupun yang sedang dia jalani membuatnya berpikir tidak akan ada lagi arti dari sebuah harapan. Namun dia menemukan sebuah jalan kecil yang hanya berupa jalan setapak, dan tanpa dia sadari jalan tersebut bisa membawanya menuju satu kesempatan terakhirnya. Karena waktu tau kapan harus berputar kembali. Itulah yang saat ini tertanam dalam benak Samuel. Dia tau benar kemana arah dia akan melangkahkan kakinya, namun ia memilih untuk diam di tempatnya berdiri, di sebuah persimpangan jalan, menanti jika ada sosok yang sudah lama ia rindukan muncul melalui persimpangan jalan yang terlihat sangat kecil dibandingkan persimpangan jalan yang akan dia lalui. Inilah sebuah perjalan yang tidak akan pernah mereka ketahui ujungnya jika waktu dan kesempatan tidak memberi mereka ruang untuk bertemu. Inilah sebuah kisah yang mungkin banyak didengar namun mempunyai porsi dan rasa yang berbeda bagi mereka. Akankah mereka menempuh jalan yang sudah terlihat jelas didepan mata mereka? Ataukah salah satu dari mereka akan memilih untuk membuat jalan mereka sendiri?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Erlangga
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Revenge Marriage (SELESAI)
  • TOO LATE TO FORGIVE YOU | ✔ | FIN
  • Path
  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Lembayung
  • The Boat of Blossoms
  • PLuto (Kembali)
  • My Forever Always - PINDAH KE DREAME
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines