Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Arumi Love Story

Arumi Love Story

  • WpView
    Membaca 152
  • WpVote
    Vote 9
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Jul 27, 2018
WpInfo
Fiksi
Romansa
Cerita ini mungkin sudah kutulis dengan beribu-ribu air mata, bahkan lebih. Akhirnya cerita ini hampir selesai, cerita yang mungkin begitu sederhana. Bahkan lebih sederhana dari kata yang tak sempat di ucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu ketika ingin menyatakan cintanya. Aku tidak ingin membuat sebuah cerita yang nantinya kau dan dia akan bertanya, "Rumi, ini cerita apaan sih?" Tidak, aku tidak mau hal itu terjadi, tidak akan pernah. Sebelum aku menulis cerita ini sudah kudoakan pada semesta, semoga tidak ada perempuan lain yang merasakan kisah sepedih ini, selain aku, cukup aku saja. Mudah-mudahan ceritaku akan merubah hidupku, hidupmu, hidupnya dan hidup para penghuni semesta ini. Aku tidak berharap lebih dengan cerita yang ingin kubagikan. Aku hanya tidak ingin mendengar lagi ada sebutir air mata yang mengalir di pelupuk mata seorang perempuan. Jangan, sudah cukup mereka sering menangis, begitu juga denganku ketika teringat segala tentangmu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#802
kata
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Zenna Story
  • SORRY
  • All I ASK
  • Miss You Love
  • Hello Goodbye
  • Senja Yang Tak Kembali
  • Air Mata Cinta
  • Cerita di Balik Senja
  • Keluarga di Ujung Senja

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan