Goresan
  • WpView
    MGA BUMASA 5
  • WpVote
    Mga Boto 2
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadMatureKumpleto Mon, May 28, 2018
Rasanya terpukul. Terpukul kali aku. Terpukul. Ya Tuhan.. Aku terpukul kali. Aku mencoba bahagia,mencoba senyum,memaksa wajah ini ketawak. Tapi,apa? Aku menangis. HatiKu terluka. Sakit Tuhan.. Perih kali yg aku rasakan. Tuhan.. Kalau boleh jujur. Berikan hamba kesempatan untuk memperbaiki semuanya. Rasa nya bagaikan tertusuk pisau yang tajam. Menancap di sukmah hatiKu. Mengapa sesingkat itu semua hubungan yang aku jaga selama bertahun2. Kenapa Tuhan? Maafkan lah diriKu yang tak bisa melupakan rasa sakit ini. Rasa nya selalu di hantui setiap detik, waktu, bahkan setiap kali aku bahagia. Dia menghantuiKu selalu. Bayang-bayang wajah nya selalu muncul di saat mata ini terlelap. Ku mencoba berlari. Berlari sekuat semampuKu untuk menjahui semuanya. Ku mencoba menjahui semua awal cerita cinta Kita. Tapi,apa? Sungguh.Sungguh sulit nya untuk mematahkan semua Memory Cinta yang begitu rumit ini. Semua perjalan Cinta antara kau dan aku. Adalah suatu Cinta Yang di dasari dengan Kebohongan yg palsu.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • BUNGA KEMBALI
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia]
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • Puing luka
  • Maaf' (Revisi)

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman