
Hatiku tuna wisma yang tidak sekedar mencari tempat berteduh di kala tetesan Air Tuhan turun Ataupun sekedar singgah untuk meyeruput teh di sore hari, sambil melihat para gadis menyapu halaman rmah dengan raut wajah kesal dan malas. Hatiku ingin rumahnya. Rumah yang diam, di sana. Menunggumu untuk pulang. Hanya diam namun paham Kamu akan pulang, sejauh apapun kamu pergi, kamu akan mencari rumah itu, Dan Rumah itu nanti, akan selalu membukakan pintunya untuk kamu yang merindukannya. Karena bukan hanya kamu, tapi rumahpun ingin bersamamu. Di saat konspirasi hati yang menemukan rumahnya bersatu, di situlah kamu akan hidup selamanya.Tous Droits Réservés
1 chapitre