Pretending Love [END]

Pretending Love [END]

  • WpView
    Reads 141,817
  • WpVote
    Votes 6,274
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sat, May 4, 2019
[Selesai Revisi] Alfero Mananta adalah seorang badboy yang digandrungi siswi - siswi SMA Jaya Sakti. Kalau kata orang, fisiknya itu sempurna. Tapi Fero bukanlah orang sempurna. Didalam, Fero mempunyai banyak masalah. Terutama masalah dengan kedua gadis yang memporak - porandakan hatinya. "Lalu, setelah aku bisa mencintaimu, apa kamu harus pergi dariku? " -Alfero Mananta. Alisa Anjani adalah gadis dari golongan biasa saja. Bukan nerd, bukan juga populer, yang terjebak dalam sebuah permainan yang sama sekali tak dimengerti olehnya. Lisa adalah gadis polos penuh dengan luka. Luka yang ditorehkan oleh seorang Alfero Mananta. "Aku sudah biasa untuk terluka karena tak pernah kau anggap. " -Alisa Anjani. Lalu, bagaimana dengan Rafly dan Neyla? Apa yang terjadi pada mereka? Pertanyaannya hanya satu. Memilih tetap tinggal, atau pergi meninggalkan. -------------------------------------- "Oke, langsung aja." kata Fero. "Apa?" "Mulai sekarang, lo jadi pacar gue." ucap Fero dengan penuh penekanan disetiap katanya. Tubuh Lisa menegang. Apa ia tak salah dengar? Seorang Alfero Mananta sedang menembaknya? Tunggu, menembak, atau memaksa? "Ta-tapi-" "Gue gak terima penolakan." ucap Fero sebelum ia melangkah meninggalkan Lisa. -Start 18 April 2018-
All Rights Reserved
#9
dylanjordan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lean On Me (Bersandarlah Padaku )
  • Fre & Fer (Sudah Terbit)
  • You Are Mine
  • -Silent Love- TS(2) SUDAH TERBIT
  • Resist Your Charms
  •  Be Love ✓
  • Filantropi [SELESAI]
  • My Beloved Prince || TAMAT
  • Charming Twin Boy
  • Diantara Kalian

(18+ Rated for violences and harsh words - Rating 18+ untuk kekerasan dan ucapan kasar) Fendra, seorang montir komunitas motor yang berpengaruh, harus berurusan dengan cewek perfeksionis teman sekolah yang ternyata keponakan dari musuh besar kelompok mereka. "Gue cuma perlu bersabar delapan bulan lagi untuk keluar dari sekolah sialan ini. Kalau gue masuk terus dan ikut ujian, gue pasti lulus. Nggak penting nilainya berapa. Ijasah IPA atau IPS juga nggak ada bedanya buat gue. Ijasah itu keluar dari ruang kepala sekolah atau dari lubang toilet juga nggak ngaruh buat gue. Jadi, plis deh, ... bisa kan, lo nggak ngerecokin dan bikin hidup gue tambah ribet? (Fendra Aditama) "Pertama, Igo bukan om gue. Dia itu setan! Kedua, apa yang terjadi di rumah gue, itu semua bukan urusan lo. Dan ketiga, masalah lo sama Igo atau sama komunitas lo; temen-temen lo, geng lo, itu sama sekali bukan urusan gue. Ngerti nggak!... Jadi mau kalian keroyokan, bunuh-bunuhan, atau minggat ke neraka sekalipun, fucking Shit! Gue nggak peduli! Jadi minggat sono lo ke laut! " (Karima Basofyan) Mereka selalu saling menghindari, tetapi sesuatu selalu menarik mereka ke arah satu sama lain kembali.

More details
WpActionLinkContent Guidelines