Story cover for SANDARA by SeptiaMaratus
SANDARA
  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 149
  • WpVote
    Votes 27
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Apr 05, 2018
Dalam kondisi dunia yang seperti ini, pastinya, berusaha tetap berada di jalan yang lurus itu tidaklah mudah. Banyak sekali godaan syaitan yang terkutuk itu. Manusia semakin pintar, setan pun semakin gencar membisikkan kejahatan kepada manusia. 

Jadi, bagaimana dengan Sandara? 
Bagaimana ia menjaga hatinya?
All Rights Reserved
Sign up to add SANDARA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
CLara by queenpurplez
27 parts Ongoing
Ada rahasia yang tak boleh diungkapkan. Ada luka yang tak bisa disembuhkan. Dan ada nama yang seharusnya tidak pernah disebutkan. Clara Clarisanjaya hadir sebagai sosok yang nyaris sempurna, cerdas, berprestasi, dan nyaris tak tersentuh. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sesuatu yang janggal. Senyum yang sekilas tampak hangat, nyatanya tak pernah benar-benar sampai ke matanya. Langkahnya selalu terukur, seolah sedang berusaha menghindari sesuatu. Hari-hari Clara berjalan seperti sebuah sandiwara yang telah lama ia hafalkan. Ia tidak memiliki banyak teman, tetapi bukan karena ia tak mampu bergaul, melainkan karena ia memilih untuk menjaga jarak. Bahkan dengan dua laki-laki yang jelas memiliki kemiripan dengannya. Mengapa mereka bersikap seolah tidak saling mengenal? Daren Aksaranda menyadari keanehan itu sejak hari pertama. Ada sesuatu dalam diri Clara yang menarik perhatiannya. Bukan karena parasnya, bukan pula karena kecerdasannya, melainkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Tatapan kosong yang ia sembunyikan di balik kesan percaya diri, caranya menghindari orang-orang, serta tembok tak kasat mata yang ia bangun di sekelilingnya. Semakin Daren mendekat, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal. Mengapa Clara bersikeras menghindari orang-orang? Apa yang ia sembunyikan dengan begitu rapi? Apa yang membuatnya selalu tampak seperti seseorang yang ingin ditemukan, tetapi sekaligus takut ditemukan? Dan yang paling penting... Jika kebenaran itu akhirnya terungkap, apakah semuanya masih bisa diperbaiki? Atau hanya akan berakhir sia-sia?
Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP) by danaasmara
34 parts Complete
Danasmara, ia berperawakan tinggi. Rambutnya lebat, sedikit berombak. Matanya hitam kecoklatan, seringkali ada rona merah yang memperjelas bahwa malamnya tak senyenyak manusia lain. Yang ku tahu, Danasmara memiliki mimpi yang besar, lebih besar dari tubuh kurusnya dikali seratus. Tepat setelah memutuskan jadi pemimpi, ia mulai merangkai kata-kata sakti. Aku sedikit ingat, kata-kata itu terdengar seperti ini, "Aku berusaha tetap terjaga, disaat waktu dunia membuat yang lain mulai terlelap.". Seringkali aku juga meremehkan keyakinannya. Dan kadang ia malah berhasil membalikkan perhitunganku, kemudian aku juga turut terinspirasi atas perjuangan tak masuk akalnya. Dan kau tahu kawan, apa yang terlihat sakti dari dia? Terkadang ia membahasakan firman Tuhan dengan semena-mena, tapi ajaib, bahasa itu mampu dengan mudah aku mengerti. Hatiku tersapu sekaligus tersipu, seolah aku diajak semakin dekat dengan Tuhanku. Danasamara, sesekali ia memiliki kebijaksanaan melebihi usianya. Ia dengan mudahnya memandang biasa apa saja yang teramat diinginkan manusia lain. Aku sempat berpikir, jangan-jangan ia bukan manusia. Ada semacam deduksi yang menyimpulkan bahwa Danasmara seringkali memiliki ciri asing, ia bisa jadi adalah traveler dari planet lain. Planet yang tidak memiliki banyak air, sebab aku masih ingat bagaimana ia memiliki pedoman yang aneh tentang mandi. Katanya, "mandi hanya untuk orang-orang yang merasa bahwa dirinya itu kotor." Aku menyangkal. Dan sayangnya, manusia lain mengamini pedoman hidup itu..
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
ELARD DAN ZIA (END✅) by listaratna
86 parts Complete
FOLLOW DULU SEBELUM BACA, KARENA SEBAGIAN PART DI PRIVATE! ..... "Kak." "Iya?" "Kak." "Apa Zia?" "Kak El." "Apa sih Zi!" "Saranghae kak El," Ucap Zia dengan senyum manis yang selalu terukir di wajahnya yang cantik itu, akan tetapi tak ada jawaban dari sang pemilik nama. "Ih kak El nggak asik, harusnya jawab 'nado saranghae' gitu kak," Zia berucap dengan mengerucutkan bibirnya kesal dengan lelaki dihadapannya ini. "Ich liebe dich uber alles," Ucap El yang diakhiri dengan senyuman. (aku sangat mencintaimu diatas segalanya) "Jangan main olah bahasa luar deh kak, Zia nggak bisa, artinya itu apa kak?" Tanya Zia bingung. "Artinya, lo jelek," Ucap Elard datar. "Kak El nyebelin!" Ucap Zia mengerucutkan bibirnya. ..... *** Adelard Devano Harchie Rogger. Terkenal sangat kejam dan tidak mempunyai hati saat menghajar musuh, sifat dingin dan cuek nya menambah aura iblis dalam dirinya. Semakin di tantang Elard akan menghajar orang itu sampai ke neraka. Tidak ada ketawa di wajah Elard bahkan senyum pun tak terukir. Bila ketenangan nya di usik sedikit saja ia akan membalasnya ber kali-kali lipat, karena dia Adelard, ketua geng Blackcarloz yang paling di takuti oleh geng di luar sana. Hari-hari Elard seketika berubah saat hadir nya perjodohan konyol, sebuah permainan yang telah orang tua nya rancang. Dan sial nya,dia harus bertunangan dengan Keyzia Jovina Elianor Sanjaya, cewek dengan tingkah childish menyerupai bocah TK dengan berkedok SMA, yang selalu menguras semua kesabaran nya. Mampukah kisah cinta terjalin di dalam nya? Bersama Elard dan Zia mereka akan mengajak kalian berimajinasi di kisah ini.
Elara: The Journey Of A Thousand Years  by ahaku_
21 parts Ongoing
Dunia dikuasai Kekaisaran, membuat ras Aethel diperbudak. Elara, delapan tahun, satu-satunya yang selamat dari pembantaian desanya, lari dan terhanyut. Ditemukan serta dibesarkan penjaga hutan Kael, Elara belajar bahwa rumah adalah orang-orang di hati. Sejak itu, perjalanan abadinya dimulai. Selama hampir dua abad, Elara hidup tak menua, tak melupakan. Dengan pena dan kertas, ia menjadi harapan serta penyembuh hati yang patah di tiap kota: membantu pembuat jam yang terjebak masa lalu, menjembatani mimpi pelukis, hingga menyatukan keluarga yang terpecah duka. Tiap jejak kaki adalah kisah baru, tiap surat yang ditulisnya adalah jembatan emosi dan ikatan yang membentuk "rumah" di manapun ia berada. Namun, Elara adalah pencari kebenaran tentang rasnya, Aethel, yang ia kira punah. Sebuah buku harian kuno dan bisikan jalanan membawanya melintasi benua, hadapi bahaya, hingga mengungkap rahasia mengejutkan: Aethel tak musnah. Mereka diperbudak di jantung Kekaisaran, dipaksa membangun mesin perang tak terhentikan. Kebenaran ini menyulut kembali api perjuangan Elara, memaksanya bergabung dengan Darian, pemimpin pemberontak. Bersama, mereka merencanakan pembebasan Aethel dari jantung Kekaisaran. Namun, di tengah kobaran api Klandestin-taktik demi tujuan mereka-Elara dihadapkan pilihan sulit: mengikuti jalan itu, atau tetap berpegang pada keyakinannya, menjadi cahaya di kegelapan pekat. Ketika batas antara pembebasan dan cara mencapainya memudar, Elara harus memutuskan. Apakah ia akan menjadi seperti musuh yang ia lawan, ataukah ia akan memimpin kaumnya menuju fajar baru, walau dengan harga tak terbayangkan? "Elara: The Journey of a Thousand Years" adalah kisah epik tentang kehilangan, harapan, cinta abadi, dan perjuangan moral seorang wanita yang melintasi abad untuk menemukan diri, menyelamatkan kaumnya, dan menentukan arti keadilan. Ikuti perjalanan Elara yang tak lekang oleh waktu, di mana setiap surat adalah takdir, dan setiap langkah adalah harapan.
You may also like
Slide 1 of 10
CLara cover
Tentang Pemimpi (Kisah Meraih Beasiswa LPDP) cover
Cover Me🕊️ cover
Syal Merah cover
Ketika Hujan Tak Sederas Rindu cover
ELARD DAN ZIA (END✅) cover
Aku Ingin Terus Bersamamu cover
perjalanan semesta cover
cinta jalur langit  cover
Elara: The Journey Of A Thousand Years  cover

CLara

27 parts Ongoing

Ada rahasia yang tak boleh diungkapkan. Ada luka yang tak bisa disembuhkan. Dan ada nama yang seharusnya tidak pernah disebutkan. Clara Clarisanjaya hadir sebagai sosok yang nyaris sempurna, cerdas, berprestasi, dan nyaris tak tersentuh. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ada sesuatu yang janggal. Senyum yang sekilas tampak hangat, nyatanya tak pernah benar-benar sampai ke matanya. Langkahnya selalu terukur, seolah sedang berusaha menghindari sesuatu. Hari-hari Clara berjalan seperti sebuah sandiwara yang telah lama ia hafalkan. Ia tidak memiliki banyak teman, tetapi bukan karena ia tak mampu bergaul, melainkan karena ia memilih untuk menjaga jarak. Bahkan dengan dua laki-laki yang jelas memiliki kemiripan dengannya. Mengapa mereka bersikap seolah tidak saling mengenal? Daren Aksaranda menyadari keanehan itu sejak hari pertama. Ada sesuatu dalam diri Clara yang menarik perhatiannya. Bukan karena parasnya, bukan pula karena kecerdasannya, melainkan sesuatu yang jauh lebih dalam. Tatapan kosong yang ia sembunyikan di balik kesan percaya diri, caranya menghindari orang-orang, serta tembok tak kasat mata yang ia bangun di sekelilingnya. Semakin Daren mendekat, semakin banyak hal yang terasa tidak masuk akal. Mengapa Clara bersikeras menghindari orang-orang? Apa yang ia sembunyikan dengan begitu rapi? Apa yang membuatnya selalu tampak seperti seseorang yang ingin ditemukan, tetapi sekaligus takut ditemukan? Dan yang paling penting... Jika kebenaran itu akhirnya terungkap, apakah semuanya masih bisa diperbaiki? Atau hanya akan berakhir sia-sia?