We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Cora : World Of Penance [On Going]

Cora : World Of Penance [On Going]

  • WpView
    Reads 1,689
  • WpVote
    Votes 802
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 5, 2018
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cover By:@tulismenulis Apa yang akan kau lakukan jika takdir terus-menerus mempermainkan mu? Mencoba melawan? Atau pasrah menerimanya? ---------- Noir seorang Pria yang terus-menerus di permainkan takdir, memutuskan untuk mengakhiri hidupnya, namun bukannya mati Ia malah terjebak di tempat yang berbeda dengan dunianya sebelumnya. Tempat dimana sihir dan monster bukanlah hal yang tabu, tempat dimana segala pertanyaan akan mendapat jawaban dan di tempat ini lah, petualangan Noir di mulai. Penasaran dengan kelanjutannya? Mari mengintip. Jangan lupa kirim kritik dan saran pada kolom komentar dan jangan lupa juga untuk memberikan Vote. Perhatian: Hati-hati typo bertebaran, akan di revisi setelah cerita tamat. [Slow Update] [Revisi Setelah Cerita Tamat] #249 Fantasi
All Rights Reserved
#355
reinkarnasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • PANDORA: Iris
  • Behind the Chill of the Night Wind
  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Eira The Last Dhampir
  • Turnamen Mentari | Seri 1 | END
  • After War Season 1 [LOST SAGA]
  • [Sudah Terbit] I'mmortal Series: Reminiscentiam [END]

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines