Peach

Peach

  • WpView
    LECTURAS 56
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadConcluida dom, abr 15, 2018
"Bang, bolehkah aku mencicipi madu sebagai gula?" "Ini bukan sinetron sandiwara. Perasanku juga perasaanmu lebih dari "Abang" dan "Adik". Semakin aku, kamu, kita berpura-pura, bukankah akan semakin terluka? Dengarkan aku, Sayang. Aku mengerti posisimu, perasaanmu, emosimu, takutmu, juga marahmu. Tapi, haruskah kita larut dalam kepura-puraan dan meneruskan hal yang kita suka namun tidak semestinya? Karena hingga nanti saatnya tiba, hal yang paling kita takutkan pasti akan terjadi." Abang melihatku dengan mata sendunya, berusaha meminta pengertianku sekali lagi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Second Chance
  • Black Rose
  • Naughty Nanny
  • AURORA
  • Jane [OPEN PO]
  • Happiness [End]
  • Dewa&Starla
  • MORALLESS
  • Close Your Eyes (Sehun - Jieun) (End)
  • 30 days to find love

"Elo boleh membenci gue. Elo boleh mikir apapun tentang gue. Tapi satu hal yang pasti. Hati gue cuma milik elo." Suaranya agak bergetar. Ia sedang mati-matian menahan emosinya. "Gue nggak bisa jelasin situasi brengsek ini sama lo sekarang. Tapi suatu saat nanti, elo bakal tau. Kalo gue nggak pernah menghianati lo."-Abel "Ada alesan yang belum bisa gue jelasin kenapa gue ninggalin lo tanpa pamit."-Ega Kini tawa Keysha makin keras. Kali ini ia merasa hidupnya benar-benar lucu. Bagaimana mungkin dua cowok sekaligus mengatakan hal yang sama hari ini. "Apa susahnya sih ngomong? Kenapa kalian para cowok suka banget bikin teka-teki yang mungkin itu malah bikin orang yang kalian sayang menjauh?"-Keysha

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido