One Shoot [HunHan]

One Shoot [HunHan]

  • WpView
    LECTURAS 4,272
  • WpVote
    Votos 263
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadContenido adultoConcluida lun, dic 31, 2018
Hallo Readers. Selamat siang, sore, malam, tengah malam, subuh... Yok mampir yok ke cerita pendeknya Hunhan [Sehun-Luhan]. Para Kpopers, HunHan Shipper, maupun yang lain. Ayo baca work gaje ini. Kalo udah baca jangan lupa vote sama komen ya gaes... Yuk ah, daripada banyak bacot. Mending cekidot... W A R N I N G : • Bahasa Kasar. • Alur kagak tau dah • Ini GS bukan Yaoi. • Kalo nggak di vote, jempolnya bengkak. • Kalo kagak di komen, huruf di keyboardnya pada ilang. #HunHan_Shipper
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • a letter for little fairy
  • Wedding Proposal
  • Painful Love [Hunhan]
  • ANNOYING BAD GIRL (HUNHAN GS) - END
  • My Roommate
  • IMAGINE (TWEET AU-HUNHAN) ✓
  • Fragment
  • My Precious Flower (HunHan GS) (END)
  • Beautiful Lăoshī (HunHan GS)

[RE-UPLOAD FROM FanFiction.Net] HUNHAN GENDERSWITCH FANFICTION!! Tiap kali Luhan membuka loker, tiap kali itu pula Luhan menemukan sepucuk surat kecil untuknya. Kertasnya selalu berwarna biru laut, dengan pena berwarna hitam dan tulisan hangul yang khas. Tiap kali surat itu datang, pasti stiker yang tertempel di salah satu sisinya berbeda-beda. Yang paling sering adalah stiker Tinkerbell yang menggemaskan. Misteri? Tentu. Luhan tidak tahu Peterpan itu siapa. Luhan punya banyak teman laki-laki yang dekat dengannya, dan punya banyak penggemar di sekolahnya. Jadi Luhan tidak bisa menebak dengan mudah siapa pemilik dari tulisan yang selalu berada di kertas biru laut itu. Luhan pernah iseng meneliti tulisan tangan teman-temannya. Dan parah! Tidak ada tulisan yang cocok dengan tulisan yang berada di kertas biru laut itu. Luhan ingin tahu! Sungguh! Namun, begitu tahu salah satu teman laki-lakinya yang satu ini, Luhan jadi tidak tahu harus berbuat apa. Tiap-tiap langkah yang Luhan ciptakan rasanya jadi begitu berat. Luhan sulit untuk mengulas senyum ketika bertegur sapa dengan temannya itu. Sungguh sulit. Karena fakta tentang dirinyalah yang membuat Luhan sulit untuk mengungkapkan segala hal pada temannya itu. Ada hal lain yang harus Luhan jaga dari jangkauannya. Dan Luhan tidak ingin ia tahu. Cukup jangan. Karena ia benci harus melepas sesuatu yang berharga darinya. Ia trauma. ... Posted on FanFiction.Net at 2nd December 2015

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido