Betrayer, am I?

Betrayer, am I?

  • WpView
    Reads 497
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Wed, May 23, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Cover credit to @KucingMonster97 Aku bukan pengkhianat. Biasanya kata-kata itu manjur bila hatiku sudah hangus terbakar cemburu. Tapi kali ini tidak lagi. Semakin hari keinginan untuk menghancurkan pertemanan ini berkembang semakin besar. Tiap kali kami jalan bersama, aku selalu mati-matian menahan semua hal yang memberontak kuat di dalam hatiku, dan myemasang wajah polosku yang biasanya. Aku takut menghancurkan semuanya. Hingga pada akhirnya, hatiku. Satu-satunya bagian yang tersisa dari diriku yang masih tak tersentuh oleh kemunafikan atas persahabatan ini menjerit kala melihatnya. Ya, Matsuda yang tak bahagia dengan Chizuru. Dan tatapannya yang menyiratkan banyak hal ketika mata itu menatapku dalam. Membuat sesuatu dalam diriku berontak, ingin sekali melepas semua nurani hanya agar dapat mendekapnya dalam pelukanku sendiri.
All Rights Reserved
#358
trianglelove
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Impossible Wish
  • Is Sugar<End|
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • MAAF,AKU TELAH MENYUKAIMU.
  • Regrets of Love
  • My Little Monster - Completed
  • Let Me Love You Please..(completed)
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]

"Shit, mata gue salah. Jelas itu bukan dia! ia janji ga bakal bohong lagi! Enggak! Ini pasti cuma mirip" ucap seorang gadis bermata biru berambut panjang dengan air mata yang tak terbendung lagi. Sambil terus menyakinkan dirinya bahwa apa yang dilihatnya hanya halusinasi belaka. "You know? Terkadang bukan karena kebohongan kita membenci sesesorang, tapi karena sedih menerima kenyataan bahwa ia tak bisa lagi kita percaya" ucap seorang laki laki dengan nada dingin nya yang khas. Entah dari mana dia datang aku tidak tahu. Badanku kaku, lidah ku kelu dan kepalaku rasanya berat untuk menoleh. Dia langsung menarikku ke dalam pelukannya. Aku merasa menjadi orang yang sangat tidak berdaya sekarang. Bagaimana bisa orang itu dengan mudahnya memporak porandakan hidupku dalam satu kedipan mata? "Kemarin dia buat gue ngerasa begitu istimewa. Tapi sekarang, dia bikin gue ngerasa sama sekali gak diinginkan?" Ujar gadis bermata biru itu dengan berlinang air mata. "Gak selalu yang menurut lo itu baik adalah baik. Dan gak semua yang meurut lo itu buruk akan selalu buruk" Mendengar hal itu, gadis bermata biru itu hanya dapat menumpahkan kesedihannya dan air matanya di dada bidang pria itu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines