HARAPAN

HARAPAN

  • WpView
    Reads 426
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 7, 2023
"Entah kenapa hanya kamu yang selalu terlihat olehku. Bukan terlihat seperti di saat semua orang biasa melihatmu, tapi aku? Aku selalu melihat yang benar itu kamu seakan aku tahu kamu ada dimana? dengan siapa? di mana pun itu, bahkan untuk hal-hal yang kamu tutupi dengan muka topeng mu itu aku mengetahuinya." Geora Natasya. *** "Untuk orang lain mungkin biasa saja, tapi menurutku walau pun itu adalah hal kecil tetapi itu cukup berarti. Setiap orang memiliki permasalahan hidupnya masing-masing memiliki cara untuk menutupinya. Jadi aku hanya cukup menutup diri dari keingintahuan orang lain. Jangan merasa seolah kamu tahu segalanya kita manusia pasti memiliki pemikiran dan pemahaman yang berbeda." Agil Rasdian. *** Cerita dibuat untuk mengingat masa-masa waktu SMA kantin tempat berkumpul dengan bermacam-macam sifat orang. Dan pastinya seru untuk dikenang. Terima kasih bagi yang sudah mau mampir ke sini :)
All Rights Reserved
#491
friendly
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • My Eyes On You
  • Fractured Cheerfulness (On Going)
  • Waktu?
  • DERSIK
  • Jodohku
  • RE-SILIENCE (END)
  • ALTHA
  • ALEYA~~

Baca DeKaNa terlebih dahulu, ini S2 nya DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25

More details
WpActionLinkContent Guidelines