We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
THANKS
  • WpView
    Reads 128
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 8, 2023
WpInfo
Fanfic
Seventeen
"Even all the waiting, the longing, and all of our memories." ------------------------------------- Pernah mengalami kejadian yang buruk sampai mempengaruhi ingatan? Terutama ingatan masa kecil? Itulah yang dialami oleh Keysha. Ia tidak bisa mengingat kejadian yang pernah ia alami saat kecil. Dan dengan seseorang di masa itu. Waktu terus berjalan sampai ia bertemu dengan seorang yang memperkenalkan dirinya sebagai Henry. Seorang remaja blasteran-Jerman, Inggris, dan Indonesia-yang ingin berada di kehidupan Keysha. Saat berada di samping Henry, ingatan yang telah lama menghilang mulai muncul kembali. Beberapa kata yang disampaikan Henry seperti pernah ia alami. Keysha terus mencoba mengingat-ingat siapa Henry sebenarnya. Tapi saat Keysha mengingat kejadian demi kejadian, kepalanya akan terasa sangat sakit dan penyakitnya akan kembali kambuh. Apakah Henry dulu pernah memasuki kehidupannya? Tapi mengapa ia tidak mengingat sedikitpun tentang Henry? Dan lantas kenapa keluarganya bersikap aneh ketika mendengar nama Henry? Di sisi lain, Pratama teman Keysha dan kakaknya sedari kecil sikapnya mulai berubah ketika Keysha masuk SMK. Menjadi lebih posesif dan cemburuan. Apakah Pratama memiliki perasaan yang lebih terhadap Keysha? Dari situlah Keysha mulai membuka hatinya yang sempat tertutup oleh mimpi buruk yang terus menghantuinya. Pada akhirnya siapa yang akan benar-benar bisa membuka hatinya? ------------------------------------- Written & Cover by "shintasamsir"
All Rights Reserved
#958
trauma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Andira [End]
  • FIORAVINDRA
  • KAYESHA
  • KISAH
  • always you
  • Deadly Obsession | HH
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines