Story cover for Dear, Mantan 2 by syhnan
Dear, Mantan 2
  • WpView
    Reads 122,373
  • WpVote
    Votes 5,256
  • WpPart
    Parts 37
  • WpView
    Reads 122,373
  • WpVote
    Votes 5,256
  • WpPart
    Parts 37
Ongoing, First published Apr 07, 2018
"Bisa kah kita bertemu, pada pertengahan garis waktu kita yang tidak pernah sama?"


Perihal hubungan yang tidak pernah ada yang menjamin. Waktu pernah berbaik hati pada Ardita dan Arnold, memberi kali kedua yang sekiranya membuat mereka kembali. Namun, bukan kah yang pergi sekalipun kembali tidak akan pernah sama lagi? Itulah yang mereka jalani saat ini. Jika dulu mereka berpisah karna pihak ketiga? untuk saat ini? mereka harus merelakan jalan yang tidak pernah sama. Ibarat pagi dan malam, lalu apakah mereka dapat bertemu pada garis waktu pertengahan? Saat jarak, kehidupan bahkan luka yang membuat mereka sama-sama menyembunyikan. Perihal kesederhanaan melalui penantian yang tidak pernah dibicarakan? Untuk yang pergi lagi, akan kan mereka dapat kembali lagi?




Sequel of Dear, Mantan
All Rights Reserved
Sign up to add Dear, Mantan 2 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Crazy People cover
Triangle 2 cover
HE IS MARCH cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover
Our Destiny Of Love [Complete] cover
Ex or New? [REVISI] cover
Hai, Mantan [𝐄𝐍𝐃] - Revisi cover
in another life kia & arga cover
Jangan Bermain Cinta dengan Mapala cover

Crazy People

51 parts Complete

Memang benar, cinta itu tidak hanya membuat orang lupa akan masa lalunya. Namun cinta itu membuat kita sadar bahwa seseorang yang kita anggap konyol sekali pun akan luluh dengan rasa cinta. Zaman gini, masih adakah cowo seperti Ardi? Yang masih setia menunggu walaupun jarak yang memisahkan dirinya. Dan masih adakah perempuan yang mau menjaga hatinya untuk seseorang? Cukup tau diri aja, kamu orang ketiga yang hanya di pandang sebelah mata. Jangan pernah memandang masa lalunya tapi lihatlah perubahan nya di masa depan. Takdir itu tidak bisa di elak, hanya waktu yang akan menjawabnya. Jika takdir mempersatukannya, mau berusaha sekuat tenaga jika memang takdir apa daya kau hanya orang ketiga baginya.