Dear, Mantan 2

Dear, Mantan 2

  • WpView
    Reads 122,412
  • WpVote
    Votes 5,256
  • WpPart
    Parts 37
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Bisa kah kita bertemu, pada pertengahan garis waktu kita yang tidak pernah sama?" Perihal hubungan yang tidak pernah ada yang menjamin. Waktu pernah berbaik hati pada Ardita dan Arnold, memberi kali kedua yang sekiranya membuat mereka kembali. Namun, bukan kah yang pergi sekalipun kembali tidak akan pernah sama lagi? Itulah yang mereka jalani saat ini. Jika dulu mereka berpisah karna pihak ketiga? untuk saat ini? mereka harus merelakan jalan yang tidak pernah sama. Ibarat pagi dan malam, lalu apakah mereka dapat bertemu pada garis waktu pertengahan? Saat jarak, kehidupan bahkan luka yang membuat mereka sama-sama menyembunyikan. Perihal kesederhanaan melalui penantian yang tidak pernah dibicarakan? Untuk yang pergi lagi, akan kan mereka dapat kembali lagi? Sequel of Dear, Mantan
All Rights Reserved
#944
mantan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ex or New? [REVISI]
  • Our Destiny Of Love [Complete]
  • Stranger | Orine
  • Triangle 2
  • Garis Fana [Terbit]
  • Hai, Mantan [𝐄𝐍𝐃] - Revisi
  • Rindu Mantan
  • Silent Scars | Orine
  • Jangan Bermain Cinta dengan Mapala

Ubur-ubur ikan lele, mampir dulu lee.. Apa rasanya saat seseorang yang dulu kamu anggap segalanya, perlahan berubah jadi orang asing? Alea tahu rasanya ditinggalkan tanpa penjelasan. Dikhianati oleh diam yang menyakitkan. Saat Zayn, laki-laki yang pernah ia percaya akan jadi akhir ceritanya, memilih pergi tanpa kata pamit, Alea belajar cara menyembuhkan luka sendiri. Namun hidup selalu punya kejutan. Saat semua tentang masa lalu perlahan ia kubur, muncul seseorang yang tak pernah ia duga. Alegra. Dingin, menyebalkan, tapi... perlahan jadi tempat Alea berlabuh. Tapi bagaimana jika bayang-bayang masa lalu belum benar-benar selesai? Saat Alea harus memilih, antara bertahan pada kenangan, atau membuka hati untuk seseorang yang baru. Kadang, pertanyaan terbesar bukan tentang siapa yang datang, tapi siapa yang layak untuk tetap tinggal. Alegra memasukan tangannya ke dalam saku hoodie-nya. "Udah cukup ngobrolnya. Nanti kita ketemu lagi." Alea mendengus. "Siapa yang bilang kita bakal ketemu lagi?" Alegra menyeringai. "Takdir." Jangan lupa vote, komen, and follow juga akunnya. See you..

More details
WpActionLinkContent Guidelines