Gadis Senja(TAMAT)

Gadis Senja(TAMAT)

  • WpView
    LECTURES 34,213
  • WpVote
    Votes 2,116
  • WpPart
    Chapitres 33
WpMetadataReadTerminé lun., juin 11, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
"Dari Senja Aku belajar apa itu Ikhlas" Dibawah lukisan yang Tuhan ciptakan. Semburan jingga yang memabukan pun memilukan. Gadis itu bersimpuh, terdiam tanpa sepatah kata pun. Pikirannya melayang pada tiap memori yang ia lewati bersama pria setengah fajar nya. Hatinya menjerit, suaranya melengking naik, air mata tak berhenti mengucur. Pandangannya terpaku pada gundukan tanah didepannya, yang telah mengubur separuh dunianya. "Dihari ini dan waktu ini. Kamu melepas genggamanku! Ini lebih buruk dari mimpi buruk sekalipun. Dulu Aku punya Dirimu, dan sekarang Aku hanya punya Aku dan semua kenangan Kita"
Tous Droits Réservés
#41
differentreligion
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Forget
  • JINGGANYA SENJA (Lengkap)
  • Permainan Takdir [TAMAT]
  • ABIAN HALA
  • It's You
  • Ikigai I-II
  • Diary [COMPLETED]
  • ALANA (Completed)
  • Aku Dan Sebuah Do'a (Sudah Terbit)
  • Home
Forget

Dalam hidup, harus ada yang merelakan sesuatu untuk kebahagiaan orang lain. Seperti halnya Lentera. Selama hidup, banyak sekali yang ia relakan untuk Pelita, saudari kembarnya. Iqbal Dirga. Dia sendiri harus merelakan cintanya demi kebahagiaan orang yang sangat disayangi oleh pujaan hatinya. Karena sebuah taruhan dan rasa benci akibat kesombongan, Iqbal akhirnya menyadari jika yang ia cintai adalah Lentera. Bukan Pelita. Di hidup ini ada banyak masalah yang dihadapai. Semuanya bukan tentang cinta. Ini masalah keluarga, persahabatan dan cinta yang dipadukan menjadi satu. Bisa dibilang, ini seperti novel petualangan untuk melenyapkan luka yang tercipta. Karena ketika ada rasa sakit, rasa sesak, rasa sedih saat harus merelakan, rasa lelah harus berpura-pura bahagia, kita harus melupakannya. Karena masalalu akan semakin kurang ajar jika kita terlalu sering mengingatnya. Jadi, melupakan adalah solusia yang terbaik. Penawar dari hati yang patah, adalah ingatan kita sendiri. Lupakan. Dan bentuklah yang baru.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu