The Shadow Of Devil

The Shadow Of Devil

  • WpView
    MGA BUMASA 217
  • WpVote
    Mga Boto 16
  • WpPart
    Mga Parte 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jul 15, 2019
"Bagaimana hidupmu? Pasti menyenangkan ya menjadi dirimu, seekor burung yang bisa bebas terbang kemanapun kau mau, tanpa ada yang mengatur atau memperbudak dirimu." Ucapnya dengan sedikit senyum terpaksa. "Kau tau, jika di izinkan aku ingin menjadi seperti dirimu" lanjut nya lagi dengan air mata yang mulai menetes. "aku punya sayap yang membebaskanku, tak perlu berpikir, tak perlu bersedih dan berduka, tak harus menerima semua perlakuan kejam mereka, aku ingin pergi sejauh mungkin menggunakan sayapku. Dan Jika aku menjadi binatang mungkin aku tak akan terlahir buta." Akhirnya air mata nya tak bisa terbendung lagi dan tumpah begitu saja hingga isakan tangisnya pun terdengar cukup keras, beruntung ia berada di tengah hutan yang sunyi. Gagak itu dengan setia mendengar semua ceritanya dari awal sampai akhir, dan ia senantiasa menemani gadis itu dalam kesedihannya, gadis itu bernama Aleysha. Ia tidak memiki nama belakang karena ia hanya sebatang kara yang tak tau siapa orangtuanya, dan ia adalah seorang budak yang bekerja di rumah seseorang yang tidak kaya, namun sangat kejam terhadapnya.
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • My Little Monster - Completed
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • TAKDIR ALYA(Slow Up)
  • ALIF CLASS TREASURER [COMPLETED]
  • Dear My Kapten (2025)
  • I'll be Waiting for You
  • Buku Resep Cinta (Completed)
  • ALLAND

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman