Aku dan Dia

Aku dan Dia

  • WpView
    LECTURES 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 8, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Mungkin ia tak sehebat wanita lainnya, yang dengan berani menunjukkan pria idamannya pada orang lain. Ia tak sehebat wanita yang lainnya, yang dengan berani menunjukkan perasaannya pada sang penguasa hati. Ia terlalu takut untuk memulai itu, terkadang ia berpikir bahwa ia sudah salah melangkah. Namun ia coba untuk menepis pemikiran buruknya. Saat ia menatap mata sendunya, penyesalannya menguap begitu saja entah pergi kemana, rasa takutnya hilang begitu saja saat sang penguasa hati berada di sampingnya. Tetapi ia tak bisa harus selalu seperti ini, ia tak bisa melewati hari-harinya dengan ku lalui bersama rasa takut, bingung, apa lagi dengan rasa kecewa yang selalu menghampiri ku hampir setiap saat. Setiap hari aku selalu berusaha berpikir bahwa kejadian yang terjadi di hidupku sudah di gariskan Tuhan untukku, namun ku merenung di setiap malamku, apakah mungkin semua ini tak pernah akan terjadi jika aku tak bersama dengannya, jika aku tak mengenalnya, dan atau mungkin aku tak bertemu dengannya. Apakah semuanya akan baik-baik saja?.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Wasted Princess [On Going]
  • Tentang Kota Ini
  • viewpoint
  • Kisah Akala
  • Layung
  • Patah (Telah Terbit)
  • She Pluviophile
  • Hati yang Membingungkan

Katanya, kadang untuk beranjak dan melanjutkan kehidupan perlu dibantu oleh orang lain... "Aku ngerti, dia berarti banget buat kamu dan kamu nggak bisa dapetin dia, aku tahu. Makanya kamu pilih aku. Waktu kamu ajak aku jalan, aku tahu aku bukan pilihan pertama kamu. Aku udah siap dengan semua konsekuensi itu..." ...Dan menjadi realistis katanya adalah pilihan yang tepat, "Terima kasih sudah menjaga aku tetap waras..." Tapi bukankah, kebahagiaan seharusnya kita yang ciptakan sendiri? "Kinan ingin berterima kasih pada mereka dengan cara berhenti bersedih dan mulai belajar menjadi bahagia tanpa bertumpu dengan orang lain.Kinan tahu ini mungkin nggak masuk akal buat sebagian orang. Tapi Kinan yang paling tahu diri Kinan sendiri. Kapan Kinan harus lari, kapan Kinan harus berhenti." Dan menjadi realistis itu tetap harus jujur dengan perasaan kita sendiri bukan? "Gue pengen memiliki lo bukan karena berkompetisi dengan siapapun. Bukan juga karena gue butuh seseorang di samping gue. Bukan pengen punya seseorang yang bisa gue pamerin ke orang-orang. Jadi jelasin sebelah mananya gue anggap lo barang? Menurut lo selama ini gue ngapain? Apa lo nggak sadar sama sekali?Does he love you better than I do?" Ini adalah bagian akhir dari kisah klasik di antara empat orang yang harus mengurai benang kusut di antara mereka. Karena setiap orang punya ruang khusus untuk untuk seseorang yang sulit untuk digantikan oleh orang lain.Mereka mengukirnya sedemikian rupa hingga tak ada senyawa apapun yang mampu menghapusnya begitu saja.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu