Seratus Hari

Seratus Hari

  • WpView
    Reads 102
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 28, 2018
Bagi Muhammad Aditama Mahendra, Shakila bagaikan setangkai mawar biru. Sangat sulit untuk digapai. Jiwa yang terlalu rapuh untuk digenggam. Bagi Shakila Almeera Sabhira, Tama adalah lembaran foto usang yang terlihat manis karena bingkai cantik yang mendampinginya. Jiwa yang terlalu palsu untuk terlihat bahagia. Ketika Tama semakin mendekat, Shakila justru semakin menjauh. Tama yang ingin mencintai meski terus merasa kehilangan. Juga Shakila yang terus menghindar demi kebahagiaan. Mereka yang terlalu takut untuk mengintip akhir dari kisah panjang mereka. Tapi mereka percaya, Allah tidak pernah salah dalam menempatkan misteri di setiap pertemuan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kahfi dan Yumna
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • With you Forever
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Merindukan mu dalam diam [Revisi]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Love Story In Friendship [End]
  • SHABAK || On Going
  • Di antara Dua Hati (Sudah Terbit)✅

Hidup Shahila Ayu Meidina Harish (Yumna) berubah sejak dia naksir Al Kahfi Ganendra Atmadja (Kahfi). Kahfi si anak jurusan sebelah alias Ekonomi yang satu kampus sekaligus satu fakultas dengannya, anggota geng Kenno cs yang paling nggak neko-neko, ternyata adik sahabat kakaknya. Kepribadiannya yang alim, ganteng, sopan, dan menawan jelas membuatnya tergila-gila. Tapi sayang, sifat luarnya yang begitu cuek dan dingin mengakibatkan Yumna sulit mendapat perhatian. Dan bagi Kahfi, Yumna hanyalah gadis manja yang menyusahkan. Sangat jauh dari tipe idealnya. Kalau bukan karena Yumna adik sahabat abangnya, mana mau dia terlibat dengan gadis seperti itu. "Terus gimana anaknya, Mas? Cantik?" "Biasa." "Apa?" "Yumna, kan? Iya. Biasa aja." "Wah, kurang ajar. Yumna yang cantik ala-ala Chinese gitu lo bilang biasa?! Gue ulang, biasa?! Jadi, maksud lo Yumna itu biasa aja?! Lah, terus yang cantik itu menurut lo yang kayak gimana, ha? Kayak Zulaikha? Lo tahu emang mukanya Zulaikha itu gimana? Atau lo udah kepedean kalau ganteng lo udah ngalahin Nabi Yusuf?" "Bunda setuju. Mas Fi ini udah gaya-gayaan segala. Mau nyari bidadari atau istri? Kalau nyarinya bidadari jangan di sini. Di sini itu dunia, bukan khayangan." "Yang cantik itu yang berhijab." Kahfi yakin dia tidak akan tertarik pada Yumna. Tapi, mana dia tahu. Allah itu Maha membolak-balikkan hati manusia. PS: cerita remaja romantis berbumbu islami pertamaku _____ Copyright © 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines