Seratus Hari

Seratus Hari

  • WpView
    LECTURES 102
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., mai 28, 2018
Bagi Muhammad Aditama Mahendra, Shakila bagaikan setangkai mawar biru. Sangat sulit untuk digapai. Jiwa yang terlalu rapuh untuk digenggam. Bagi Shakila Almeera Sabhira, Tama adalah lembaran foto usang yang terlihat manis karena bingkai cantik yang mendampinginya. Jiwa yang terlalu palsu untuk terlihat bahagia. Ketika Tama semakin mendekat, Shakila justru semakin menjauh. Tama yang ingin mencintai meski terus merasa kehilangan. Juga Shakila yang terus menghindar demi kebahagiaan. Mereka yang terlalu takut untuk mengintip akhir dari kisah panjang mereka. Tapi mereka percaya, Allah tidak pernah salah dalam menempatkan misteri di setiap pertemuan.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Hanya Kepada-Mu
  • Peri Cinta (Wall Of Love) - END
  • Pangeran Syurga Khaliza (Completed)
  • Semesta Untuk Fatih [END] TERBIT✔️
  • ELSHANUM AZ-ZAHRA (COMPLETE)
  • Imam dari Sepertiga Malam
  • Cinta Tak Terduga
  • Kahfi dan Yumna
  • SHABAK || On Going

"Gue nganggep lo lebih dari itu Nau" "Emang salah ya kalo gue punya perasaan lebih ke lo" "apa lo juga punya perasaan sama kayak gue" "Gue bisa ngelakuin apapun demi Lo, bahkan nyawa gue jadi taruhannya" Di sisi lain seorang gadis cantik sedang melamun dan gelisah dengan perasaannya yang selalu terbayang-bayang oleh seorang laki-laki "masak gue suka sama dia" "Apa ini yang namanya cinta, tapi masak iya sih" "Kalo bener itu cinta, gue harap lo juga ngerasa hal yang sama Sya" "Tapi masak iya sih, terus kalo Mama sama Momy tau gimana kan malu gue apa lagi Dady sama Papa aduh mati gue"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu