IKHLAS KU PEMBUKA CAHAYA CINTA

IKHLAS KU PEMBUKA CAHAYA CINTA

  • WpView
    LECTURAS 19,430
  • WpVote
    Votos 496
  • WpPart
    Partes 19
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación jue, abr 28, 2016
serasa badai yang menerpaku dengan tiba-tiba. Aku masi berdiri dalam diam ku, hanya tangis yang dapat mengambarkan yang aku rasakan saat aku mendengar kata- kata yang di ucapankan nya pada ku. "Maaf kan aku zahra.. maaf kan aku. Aku mengkahiri hubungan kita sampai disini. Aku belum siap bahkakan aku tidak tau apakah aku mencintai mu zahra. Sekarang Aku ragu apa hati ku Siap menerima mu menjadi istriku" Kata Fikry ya Fikry laki-laki yang sebenarnya akan menjadi suami ku. ah salah calon suami ku tepatnya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Maaf, Cakra!
  • "Tanggung Jawab"
  • TEOLOGI CINTA
  • Optimus Pater [Completed]
  • CRAZY GIRL (END)
  • Dua Sisi Bima
  • MY LITTLE ZEE [Revisi]
  • Berbagi Suami || Terbit dengan Edisi Terbaru
  • Be Present and Stay
  • Siblings [END]

🐥Please vote setelah membaca🐥 "Mungkin bagimu pernikahan kita tidak ada artinya, Tapi bagiku pernikahan ini sangat berharga, meskipun didasari oleh perjodohan dan tidak ada cinta didalamnya." lirih Cakra Zalendra menatap istrinya lekat "Jadi mau kamu apa? Aku tidak mencintaimu dan tidak akan pernah, didalam hatiku ada seseorang yang ku inginkan untuk jadi suamiku dan itu bukan kamu." kata Nafisa Zavira tanpa menoleh sedikitpun pada lelaki yang saat ini menjadi suaminya "Aku tidak menginginkan sesuatu yang berat. belajarlah mencintaiku, Jadilah istri yang baik untukku, kamu pikir aku mencintaimu? Tidak sama sekali, tapi aku menerima pernikahan ini dengan ikhlas" sang suami menunduk, bulir air mata lolos begitu saja melewati pipi "Menurutmu itu adalah hal yang mudah, bagiku sangat sulit, Aku akan tetap melaksanakan tugasku sebagai istri, tapi aku tidak yakin untuk mencintaimu." Nafisa mengelus pipi suaminya. diseka air mata itu "Ya. setidaknya kau masih mau menerima pernikahan ini." Cakra tersenyum "Setidaknya untuk saat ini." Nafisa menatap wajah sang suami lekat. Cakra mengangguk Bagaimana kelanjutan kisah perjodohan Cakra dan Nafisa? Apakah akan ada cinta yang hadir di hati Nafisa untuk suaminya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido